Sampah Berserakan, Perahu Bebek Tidak Ada

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 24 Juni 2019 - 14:50:30 WIB   |  dibaca: 201 kali
Sampah Berserakan, Perahu Bebek Tidak Ada

TIDAK TERAWAT : Para pengunjung obyek wisata Danau Tasikardi bermain dengan memanfaatkan fasilitas seadanya, Minggu (23/6).

SERANG - Obyek wisata seharusnya menawarkan lingkungan yang bersih dan nyaman saat dikunjungi wisatawan. Namun berbeda dangan obyek wisata Danau Tasikardi yang kondisinya sangat memprihatinkan karena kurang terurus.

Obyek wisata Danau Tasikardi di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu masih ramai dikunjung oleh masyarakat walaupun waktu sudah menunjukan pukul 16.00 WIB. Anak-anak asyik bermain pada tempat bermain seadanya yang sebagian mulai rusak parah dan tidak lagi berfungsi.

Orangtua mereka mendampingi sambil berdiri karena kursi tempat duduk yang sempat dibuat Perusahaan Gas Negara (PGN) beberapa waktu lalu juga rusak dan tidak lagi bisa dimanfaatkan. Sedangkan untuk perahu bebek yang bisa disewa pengunjung untuk berkeliling dana sudah tidak karena rusak semua.

Tidak hanya itu, sampah berupa daun dan sampah plastik berserakan dimana-mana, baik di tempat bermain anak maupun di sekeliling pinggir danau. Sementara itu para pengunjung yang datang dikenai biaya masuk sebesar Rp10.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp20.000 untuk kendaraan roda empat.“Kalau perahu bebek rusak semua, bangkainya juga sudah enggak ada. Untuk mainan yang lain paling yang masih berfungsi kereta gantung yang dibawa dari luar,” ujar Saefullah, salah seorang pengelola Danau Tasikardi, Sabtu (22/6).

Pria yang dipanggil Ipul itu menuturkan, fasilitas yang telah rusak seperti kursi dan lainnya tidak ada lagi yang memperbaiki, bahkan sampah berupa daun kering juga jarang ada yang membersihkan. “Kalau kita tugasnya menjaga saja. Kalau Sabtu-Minggu suka ada saja yang datang,” katanya.

Muhamad Hamdi, salah sorang pengunjung menyayangkan kondisi Dana Tasikardi yang kurang terawat. “Sayang juga ya enggak diurus serius. Saya habis dari Banten Lama ngajak anak main ke sini tau-taunya banyak sampah terus perahu bebeknya enggak ada,” ujar pria yang mengaku warga Legok, Kota Serang itu. (TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook