Bupati Ultimatum Penambang di Waringin

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 24 Juni 2019 - 14:51:43 WIB   |  dibaca: 282 kali
Bupati Ultimatum Penambang di Waringin

TERUS BANDEL : Debu memenuhi jalan Serang-Cilegon akibat ceceran tanah dari penambangan galian C di Waringinkurung, pertengahan Mei 2019 lalu.

SERANG – Keberadaan penambangan galian C di Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, tepatnya di sekitar Gunung Pinang menjadi sorotan berbagai pihak termasuk Bupati Serang Rt Tatu Chasanah. Selain karena mengotori Jalan Raya Serang-Cilegon, aktivitas galian C tersebut juga kerap menimbulkan kecelakaan karena banyaknya tanah merah yang berjatuhan di jalan.

Atas kondisi itu, bupati mengultimatum pemilik dan pengelola penambangan yang diduga tidak mengantongi ijin tersebut agat tidak lagi mengotori jalan. Adapun sikap tegas yang disampaikan bupati tersebut sebagai respons terhadap banyaknya keluhan yang disampaikan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tatu mengaku telah mendengar dan membaca banyak keluhan sekaligus menerima aspirasi baik melalui media sosial (medsos), terkait dengan kondisi Jalan Raya Serang-Cilegon tepatnya di Kecamatan Kramatwatu yang berdebu dan bergelombang. “Perlu diketahui, masalah yang ada berkaitan dengan pemerintah pusat karena statusnya jalan nasional,” kata Tatu, Minggu (23/6).

Sedangkan terkait dengan penambangan, Tatu menuturkan, hal tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Namun Pemkab Serang Serang yang memiliki wilayah perlu bersinergis untuk menyelesaikan masalah tersebut secara tuntas.

“Saya sudah minta Pak Sekda (Tb Entus Mahmud Sahiri-red) serta dinas terkait (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang), untuk turun tangan, mengkoordinasikan, dan menyelesaikan masalah yang terjadi,” ujarnya.

Ia mengaku telah menerima laporan awal sebagian aktivitas penambangan galian C yang angkutannya mengotori jalan tersebut ilegal dan tidak mengantongi ijin. “Untuk penambang galian tanah dan batu, yang kendaraannya mengotori jalan, saya ultimatum, segera bersihkan jalan, jangan lagi kotori jalan yang mengakibatkan adanya debu. Kami akan tindak tegas dan koordinasikan dengan para pihak untuk dievaluasi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi penambangan untuk melakukan investigasi terkait ijin yang dimilik pihak perusahaan. “Kita sudah turun Kamis (20/6) untuk melakukan investigasi tapi kita belum ketemu pemiliknya. Kita hanya ketemu dengan pegawai dan sopir-sopir dan kita sudah ingatkan agar tidak mengotori jalan,” kata Sri.

Ia menuturkan, pihaknya akan memanggil pemilik galian C tersebut untuk dilakukan koordinasi terkait dengan aktivitas penambangan yang banyak dikeluhkan masyarakat tersebut. “Besok (hari ini-red) kita akan kirim surat pemiliknya. Kita akan tanyakan terkait perijinan dan lingkungan yang dikotorinya. Karena pertambangan menjadi kewenangan provinsi akan kita koordinasikan dengan provinsi,” ujarnya.

Terpisah, Camat Waringin Kurung Nanang Supriatna mengaku sudah sering menegur pihak perusahaan bahkan penambangan tersebut pernah ditutup. “Cuman itu kan lewat wilayah Kramatwatu jadi yang bisa memantau Muspika Kramatwatu. Mestinya ada petugas khusus yang disuruh perusahaan untuk membersihkan jalan raya yang di kotori,” katanya. (*/tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook