755 Orang Tewas di Jalan Raya

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 24 Juni 2019 - 15:18:04 WIB   |  dibaca: 143 kali
755 Orang Tewas di Jalan Raya

DEKLARASI : Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir memimpin deklarasi kebhinekaan serta pelopor keselamatan berlalu lintas yang dihadiri ribuan warga di Alun-Alun Tigaraksa, Puspemkab Tangerang, Minggu (23/6).

KAB TANGERANG - Berbagai upaya dilakukan oleh Kepolisian RI untuk menekan terjadinya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Hal itu juga dilakukan juga oleh Kepolisian Daerah (Polda) Banten dengan Gelaran Millenials Road Safety Festival (MRSF) 2019 yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Tigaraksa, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Minggu (23/6).

Kegiatan MRSF yang dirangkai dengan deklarasi damai kebhinekaan ini diawali dengan jalan santai, karnaval budaya, senam kolosal, pembacaan deklarasi damai, hiburan band dan dangdut. Pantauan wartawan. Dari awal acara dimulai, massa yang hadir sudah menyemut di lokasi acara. Tidak hanya di depan panggung utama, kepadatan massa juga menjalar di berbagai sudut di sekitar jalan lokasi acara.

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, acara ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dan pemerintah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta menekan terjadinya kecelakaan lalulintas yang semakin tinggi.

Perlu diketahui, berdasarkan data Dirlantas Polda Banten 2018, sebanyak 755 orang meninggal kecelakaan lalu lintas, dan 1.800 mengalami luka berat. Dari korban meninggal dunia itu, mayoritas korbannya dari kaum muda atau millenial. "Oleh karena itu, perlu kita terus menekankan kepada setiap anak muda yang merupakan penerus masa depan bangsa untuk pentingnya memperhatikan keselamatan saat berlalu lintas, agar tidak menjadi korban.

Harapannya, bahwa situasi ke depan, baik situasi keamanan dan kebersamaan rakyat bisa makin kuat. Kemudian, angka kecelakaan lalulintas bisa menurun,” kata Tomsi kepada wartawan usai acara.

Tomsi mengaku bangga acara ini banyak mendapat dukungan dan menarik minat ribuan peserta yang sebagian besar adalah kalangan milenial. “Kemudian terakhir, kepada kaum milenial harus menyadari dan mencintai keberagaman bangsa kita. Baik suku, agama, dan budaya,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengapresiasi langkah pihak kepolisian dan juga mengapresiasi sambutan masyarakat sehingga deklarasi kebhinekaan dan MRSF dihadiri ribuan masyarakat Provinsi Banten. Zaki berharap, melalui kampanye dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi millenial tentang keselamatan dan keamanan bangsa semakin kokoh.

“Mudah-mudahan dengan acara ini, informasi mengenai keamanan dan keselamatan berlalu lintas bisa digalakan secara masif. Selain itu, dengan acara ini, bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” singkatnya.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif meminta masya?rakat Kabupaten Tangerang khususnya, dan umumnya masyarakat Banten untuk menolak radikalisme, kekerasan dan kerusuhan. Jika ada warga Kabupaten Tangerang yang melakukan hal tersebut, Sabilul berjanji, akan mengamankan karena menjamin keamanan dan ketertiban adalah salah satu tugas polri.

"Saya pun inginkan agar masyarakat bersama TNI-Polri dan pemerintah agar senantiasa menjaga perdamaian dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk menjaga NKRI. Kita sepakati bersama bahwa NKRI adalah harga mati," ucapnya.

Sabilul menyampaikan, acara ini selain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, juga untuk memberikan keterangan pada warga bahwa masyarakat sudah aman dan damai sekarang. "Apalagi jelang putusan MK (Mahkamah Konstitusi) pada 28 Juni 2019 mendatang kita inginkan perdamaian. Karena semua yang terjadi sudah ditakdirkan," ucapnya.Oleh karenanya, Sabilul berharap masyarakat dapat tetap menjaga kerukunan. "Jangan sampai terpancing apapun mengenai informasi-informasi yang bersifat hoaks,” ucapnya.

Toloh agama Katolik Kabupaten Tangerang Romo Felix Supranto mengatakan, deklarasi kebhinekaan cinta damai dan MRSF diharapkan bisa membuat warga Kabupaten Tangerang, dan khususnya rakyat Indonesia bisa hidup rukun dan harmonis. "Tidak saling membenci pada siapapun, kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan dengan baik," katanya.

Senada disampaikan, tokoh agama Islam Kabupaten Tangerang KH Muhammad Ues Nawawi. Ia mengatakan, kerukunan beragama dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus semakin kokoh. Tidak boleh ada yang memecah belah. “Jika kita hidup damai dalam kesatuan dan persatuan. Menjalankan ibadah juga khusyuk. Untuk itu, saya mengajak, umat islam agar memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook