Suhu Udara di Banten Turun

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 25 Juni 2019 - 15:00:40 WIB   |  dibaca: 72 kali
Suhu Udara di Banten Turun

PREDIKSI CUARA: Petugas mengecek suhu udara melalui salah satu alat di Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang, Jalan Raya Taktakan, Kota Serang, Senin (24/6).

SERANG- Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di Banten pada malam hari turun beberapa derajat celcius dari biasanya. Kondisi ini merupakan gejala dari musim kemarau yang sedang mencapai puncaknya.

Trian Asmarahadi, prakirawan BMKG Kelas I Serang mengatakan, beberapa hari ini saat malam hari cuaca cenderung lebih dingin dari biasanya. BMKG mencatat suhu minimum pada malam hari di kisaran 25-20 derajat celcius. Padahal, normalnya suhu berada pada 26-24 derajat celcius.

Dalam dunia percuacaan, masa ini disebut dengan aphelion atau puncak musim kemarau.“Kalau puncak musim kemarau adanya masa udara kering dari Australia yang bersifat dingin. Itu hal umum yang biasa terjadi di puncak musim kemarau,” kata Trian di kantor BMKG Serang, Senin (24/6).

Trian mengatakan, suhu dingin ini biasanya terjadi pada malam hari. Kondisi suhu udara yang lebih dingin ini diperkirakan akan berlangsung sampai pertengahan Juli. Sementara pada siang hari suhu udara cenderung panas. Pada siang hari suhu biasanya berkisar antara 30-34 derajat celcius.“Pertengahan Juli suhu dinginnya akan berkurang. Daerah yang terdampak aphelion adalah Jawa dan Sumatera,” katanya.

Trian menjelaskan, saat puncak musim kemarau seperti ini, hujan, angin, dan petir biasanya tidak ada, sehingga cuaca relatif lebih aman. Ia menyatakan bahwa suhu dingin ini bisa saja dirasakan oleh mereka yang biasa tinggal di daerah yang panas seperti Serang. Sementara bagi yang biasa di daerah dingin seperti pegunungan akan terasa biasa. Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik dengan cuaca ini karena masih dalam kategrori normal. Bila ada dampak pada kesehatan biasanya hanya berupa batuk dan pilek.“Cukup jaga kesehatan untuk menghadapi musim seperti ini,” ujarnya.

Trian mengatakan, aphelion tidak akan sampai membahayakan dan menyebabkan hipotermia. Sebab cuaca ini belum masuk kategori ekstrem. Cuaca ekstrem terjadi bila suhu berada di bawah 20 derajat celcius.

Warga Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang Ade Faturohman mengakui suhu udara terasa lebih dingin pada malam hari. Ia menyadari itu karena pada Minggu (23/6) malam ia terbangun karena cuaca begitu dingin. Kipas angin yang biasa ia nyalakan di kamarnya pun harus dimatikan, karena ia merasa cuaca sudah seperti es. “Lantai udah kayak es balok dinginnya,” kata Ade. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook