Akuntan Milenial Dituntut Paham Teknologi

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 25 Juni 2019 - 15:42:31 WIB   |  dibaca: 368 kali
Akuntan Milenial Dituntut Paham Teknologi

SEMINAR: Wulan Retnowati, Wakil Ketua IAI Banten, menyampaikan materi dalam seminar nasional yang digelar oleh Universitas Bina Bangsa (Uniba), kemarin.

SERANG - Akuntan muda atau milenial tidak hanya mampu memahami keuangan dan menganalisa data keuangan, namun akntan milenial harus mampu menguasai kemajuan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Wulan Retnowati, Wakil Ketua Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) wilayah Banten, saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Akuntansi, di Aula Universitas Bina Bangsa.

Menurutnya, Howe dan Strauss mendefinisikan kelompok milenial sebagai terdiri dari individu yang lahir antara tahun 1982–2004 diantaranya memiliki ciri-ciri hobby shopping tapi cepat bosen dengan barang yang sudah dibeli, gadget adalah segalanya, suka melakukan pembayaran non tunai dan suka serba cepat dan instan.

"Artinya, generasi millennial lebih suka mendapat informasi dengan mencarinya ke Google atau perbincangan pada forum-forum yang mereka ikuti supaya tetap up-to-date, dan semua serba digital dan online," kata Wulan kepada peserta, kemarin.

Masih dijelaskan Wulan, akuntan menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 25/PMK.01/2014 tentang. Akuntan Beregister Negara dan digantikan dengan Permenristekdikti No. 5 Tahun 2019, maka  Akuntan Beregister Negara Akuntan adalah yang telah lulus dari Sertifikasi CA oleh IAI, CPMA oleh IAMI dan CPA oleh IAPI.

Akuntan memiliki tugas akuntansi dan audit tingkat pemula, seperti posting dan pengumpulan piutang, menganalisis bisnis, pelaporan eksternal, dan audit, dapat menjadi otomatis juga, karena sifat rutin dari tugas-tugas ini dan kurangnya persyaratan keterampilan yang tak ada.

"Kompetensi akuntan atau auditor pada Rev.Industri 4.0 harus melengkapi pemahaman keuangan yang kuat dengan keahlian dalam menggunakan analitik data, dan menginterpretasikan Big Data," ungkapnya.

Akuntan juga harus mampu, lanjutnya, menganalisis mengidentifikasi lingkungan persaingan dengan  menggunakan analitik big data, data tidak terstruktur. Misalnya, analitik berdasarkan data Facebook dapat digabungkan dengan data akuntansi yang ada untuk mengembangkan model-model canggih.

"Akuntan muda harus bisa menguasai kemajuan teknologi, akuntan muda harus cepat beradaptasi dan memiliki kemampuan analisis yang berdampak positif terhadap pasar dan melihat peluang bisnis yang potensial dan mampu menguasai bahasa internasional," ujarnya."Peran akuntan di era millennial bertindak sebagai pengendali aplikasi, sebagai pembuat aplikasi system akuntansi dan penasihat pengambilan keputusan bisnis," sambungnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook