Warga Blokir Jalan Parimeter Utara Bandara

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 25 Juni 2019 - 15:51:01 WIB   |  dibaca: 109 kali
Warga Blokir Jalan Parimeter Utara Bandara

DIBLOKIR : Sejumlah warga menutup akses jalan parimeter utara Bandara Soetta, Senin (24/6).

KAB. TANGERANG - Sejumlah Warga Kampung Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menutup Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Senin (24/6). Mereka menutup akses tersebut dalam aksi protes menuntut keadilan dalam pembayaran lahan kepada PT Angkasa Pura II, yang terkena pembangunan runway 3 bandara.

Salah seorang warga, Wawan mengatakan, sejumlah warga terpaksa menutup akses jalan parimeter utara Bandara Soetta lantaran hingga saat ini ganti rugi lahan warga belum dibayarkan.“Jadi kalau kami ini tetap unjuk rasa ke Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta.

Menuntut agar tanah kami cepat dibayarkan atau hak-hak kami ini cepat dibereskan, karena selama ini kami merasa dirugikan dengan adanya pembangunan runway 3 ini,” kata Wawan kepada wartawan di sela-sela pemblokiran jalan.

Menurut Wawan, selama pembangunan Runway 3, warga Rawa Rengas dirugikan bukan hanya dari segi materi. “Ketika panas begini ngebulnya panasnya minta ampun. Terus kedua, ketika ini hujan, wilayahnya kami becek dan banjir,” katanya.

Wawan mengatakan, terdapat 145 kepala keluarga (KK) dan sekira 715 jiwa di RW 15 yang terdampak pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta. Ia mengakui sebagian tanah tersebut memang tanah sengketa dari beberapa pihak sehingga warga RW 15 tersendat pembebasan lahan mereka.“Intinya kami tidak bicara lagi masalah harga, bagaimana pembangunan ini bisa cepat selesai dan kami bisa cepat pindah. Tuntutan dari warga ya itu, tanah tanah kami ini bersengketa dengan orang lain maka kami minta supaya hak terhadap bangunan kami ini dibayarkan terlebih dahulu itu solusi terbaik,” jelasnya.

Jalan Perimeter Utara dari ujung M1 hingga titik tengah perimeter ditutup oleh warga menggunakan tumpukan kayu, potongan pohon pisang, hingga sepeda motor warga yang diparkir di tengah jalan.

Spanduk besar berwarna kuning pun menghiasai Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta bertuliskan jeritan warga yang terdampak pembangunan Runway 3.“Harga Mati…..!!!!! Bayarkan hak kami, eksekusi bukan solusi jika terjadi… Bahkan kami siap mati untuk pertahankan tanah kelahiran kami,” tulisan di spanduk unjuk rasa warga di Jalan Perimeter Selatan. “Amdal dimana…? Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta tak memberikan kesejahteraan dan memarjinalkan masyarakat Rawa Rengas,” tulisan spanduk lainnya di Jalan Perimeter Utara.

Sementara itu, VP of Corcomm PT. Angkasa Pura II, Yado Yarismano mengatakana, uang ganti rugi  telah dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang senilai Rp430,35 miliar dan total nilai ganti kerugian untuk pembebasan tanah itu sebesar Rp3,35 triliun.“Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 itu mengatur untuk bidang-bidang tanah yang dilakukan konsinyasi adalah antara lain bidang yang pemiliknya menolak terhadap nilai ganti kerugian, pemiliknya tidak diketahui dengan jelas atau noname dan pihak yang bersengketa kepemilikan lahannya,” katanya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook