Surat Kertas di Pemkab "Dihilangkan"

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 25 Juni 2019 - 16:03:54 WIB   |  dibaca: 286 kali
Surat Kertas di Pemkab "Dihilangkan"

PEMANFAATAN TEKNOLOGI : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah membuka acara sosialisasi dan implementasi Sisumaker di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Senin (24/6).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mulai menerapkan surat menyurat berbasis elektronik melalui aplikasi sistem informasi surat masuk dan surat keluar (Sisumaker). Selain dapat mengurangi penggunaan kertas, surat menyurat melalui aplikasi tersebut juga diklaim lebih mempermudah kinerja pegawai karena untuk penandatangan bisa menggunakan tandatangan digital.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, penggunaan aplikasi Sisumaker atau sistem informasi e-office untuk memudahkan surat menyurat di internal Pemkab. “Sisumaker ini yang sudah ada kan hanya di Tangsel (Tangerang Selatan) untuk di Provinsi Banten. Kemudian kita Pemkab Serang,” kata Tatu usai acara Sosialisasi dan Implementasi Sisumaker di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Senin (24/6).

Ia menjelaskan, untuk dapat mengimplementasikan sistem Sisumaker tersebut, pihaknya telah melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Jadi kita sudah berhak menggunakan tanda tangan digital.  Biasanya kita kan sering ada di luar kantor menghadiri undangan, ini menjadi kendala untuk disposisi surat. Dengan sistem ini kita berharap semua kendala ini bisa hilang,” ujarnya.

Tatu menuturkan, dengan diperbolehkannya menggunakan tandatangan digital tersebut, pihaknya bisa menandatangani surat disposisi dimanapun dan kapanpun walaupun sedang berada di luar kantor. “Untuk teknisnya seperti apa ada di dinas terkait. Mudah-mudahan ini bisa secepatnya diterapkan. Untuk SDM (sumber daya manusia) harus siap, makanya di pandu dengan tim dari Tangsel,” paparnya.

Ia mengingatkan semua pihak terutama pegawai di lingkungan Pemkab Serang harus siap menyambut era digital dan tidak boleh menghindar. “Memang kendalanya kan biasanya yang usia-usianya sudah senior seperti saya ini yang enggak begitu familiar dengan teknologi tapi kita tetap harus masuk ke dalamnya dan mengikuti perkembangannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Anas Dwi Satya mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan uji coba aplikasi tersebut terhadap beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Inspektorat, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Sekretariat Daerah (Setda).

“Mudah-mudahan bulan Juli semua OPD sudah bisa menerapkan. Sekarang ini (kemarin-red) baru kepala OPD dan camat yang kita undang, nanti selanjutnya pegawai di bawahnya. Sistem ini juga bisa meminimalisir penggunaan kertas. Kalau yang sekarang ini perbandingannya bisa menghabiskan kertas lima rim ke depan paling satu rim karena pengarsipan sudah masuk dalam aplikasi,” katanya.

Anas memastikan, aplikasi tersebut aman dari serangan hacker karena sudah ada informasi teknologi (IT) Security yang dibuat oleh BSSN. “Insya Allah aman dari serangan hacker,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook