Banten Tolak Kekerasan Jelang Putusan MK

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 25 Juni 2019 - 16:13:55 WIB   |  dibaca: 191 kali
Banten Tolak Kekerasan Jelang Putusan MK

ULAMA DAN UMARO : Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi ulama dan umaro serta pimpinan ormas Islam dan majelis agama di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (24/6).

SERANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten mendeklarasikan diri menolak segala bentuk kekerasan jelang putusan Mahkamah Konsitusi (MK) terkait perselisihan hasil Pemilu 2019. Mereka menilai, putusan MK adalah kemenangan bersama bangsa dalam memelihara kerukunan dan menumbuhkan persatuan.

Hal tersebut terungkap dalam acara silaturahmi ulama dan umara serta pemimpin ormas Islam dan majelis agama di Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (24/6).

Seperti diketahui, saat ini MK sedang menggelar sidang perselisihan hasil pemilu untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (capres-cawapres). Gugatan dimohonkan oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka meminta pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin didiskualifikasi.

Ketua FKUB Provinsi Banten AM Romly mengatakan, politik tiada lain adalah perjuangan untuk memeroleh keuasaan. Kekuasaan memimpin para pandu dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Upaya jalur hukum melalui perselisihan hasil pemilu adalah hal yang beradab. Oleh karenannya, semua pihak harus menghormatinya.

“Para kiai terlibat dalam pergumulan politik ini, pasti ada yang (pendukung) 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin-red), pasti ada yang 02 (Prabowo-Sandiaga-red). Itu sah dalam perjuangan politik. Sekarang perjuangan politik bagi kita sudah selesai apalagi nanti ada keputusan MK. Tidak tahu keputusan MK siapa yang kalah dan siapa yang menang,” ujarnya.

Romly yang juga Ketua MUI Banten itu memaparkan, terkait momen menjelang putusan MK itu pihaknya telah mengambil sikap. Selain FKUB, sikap tersebut juga senada dengan apa yang diambil oleh MUI Banten.

Pertama, capres dan cawapres baik Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga adalah patriot yang penuh dedikasi untuk kejayaan negeri. Kedua, putusan MK bersifat final dan mengikat sehingga semua pihak hendaknya dapat menerima capres-cawapres manapun, pasangan yang harus ditetapkan menjadi presiden dan wakil presiden oleh KPU dengan penuh tawakal dan lapang dada.“Lapang dada sebagai kemenangan bersama bangsa Indonesia dalam melaksanaan demokrasi dengan penuh keadaban,” katanya.

Pernyataan sikap yang yang ketiga adalah menolak kerusuhan yang dilakukan oleh pihak-pihak manapun. Mengajak semua pihak, lapisan masyarakat untuk meningkat semangat persaudaraan, memelihara kerukunan dan menumbuhkan persatuan. “Itu pernyataan politik MUI dan FKUB. Kita tidak perlu terpancing, tergoda untuk ramai-ramai apalagi membuat kerusuhan,” ungkapnya.

Dia memahami, keputusan MK tidak akan memuaskan semua pihak. Oleh sebab itu, dia meminta para pemenang untuk tidak jemawa dan yang kalah agar jangan murka. Jadikan putusan MK sebagai akhir dari pertengkaran dan perseteruan dan kembali memelihara kerukunan.

“Menerima keputusan bertawakal kepada Allah. Jangan terus berselisih apalagi bertengkar membuat kekisruhan dan kerusuhan. Sebab kalau jadi (kekisruhan-red) ya yang kalah jadi abu menang jadi arang, tidak ada yang diuntungkan,” tuturnya.  

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, bahwa masyarakat Banten akan menerimanya dengan sikap cerdas dan penuh kedamaian. Sebab, masyarakat Banten memiliki pemikiran dan keteguhan dalam menjaga kerukunan sehingga tidak akan mudah terpancing dengan upaya provokasi.

“Saya yakin apapun keputusan MK masyarakat tidak akan ada masalah. Masyarakat Banten begitu pasca pemilihan kan? Tidak terjadi apa-apa, aman dan kondusif. Jadi tidak perlu diimbau, karena masyarakat Banten sudah cerdas semua,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menuturkan, rakyat Banten adalah masyarakat beragama dan orang beragama tidak akan berpikir mencari musuh karena tidak ada alasan untuk intoleran. Terlebih,  tidak ada agama manapun yang mengajarkan untuk saling bermusuhan dan membenci perdamaian.

Melalui silaturahmi dengan para ulama, pemuka agama serta ormas-ormas Islam, dia ingin mendapatkan masukan dari para ulama, kyai, tokoh masyarakat dan FKUB. Masukan dalam memformulasikan Banten hari ini dan ke depan agar lebih baik.

“Karena saya yakin, manusia diciptakan dalam keadaan sebaik-baiknya dan punya akal. Secara sosiologis sebenarnya tidak ada orang yang tidak mau bekerjasama, saling menghormati, saling menghargai. Itu adalah kebutuhan kita bersama,” tegasnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook