Pemprov Fokus Berikan Layanan KB

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Sabtu, 29 Juni 2019 - 11:32:46 WIB   |  dibaca: 417 kali
Pemprov Fokus Berikan Layanan KB

KB: Sejumlah warga mengikuti pelayanan KB yang digelar oleh DP3AKKB Banten, kemarin.

CILEGON - Tingginya angka pertumbuhan penduduk merupakan ancaman serius dalam upaya mengurangi angka kemiskinan. Apabila angka pertumbuhan penduduk terus bertambah tinggi sementara laju pertumbuhan ekonomi lamban. Hal tersebut disampaikan Sitti Ma’ani Nina, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten.

Menurutnya, jika hal tersebut dibiarkan maka upaya mengurangi kemiskinan akan sulit dilakukan. Bahkan bila laju pertumbuhan penduduk tidak dapat dikendalikan, negara akan semakin bertambah miskin.

Ia mengaku, sesuai dengan program Presiden mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia yang tertuang dalam Nawacita, terutama agenda prioritas ke 3 yaitu memulai pembangunan dari daerah pinggiran serta agenda prioritas ke 5, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Maka, lanjutnya, kegiatan pelayanan keluarga berencana (KB) bagi masyarakat di wilayah  miskin perkotaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan angka kesertaan ber KB bagi masyarakat miskin.

Kata Nina, sulitnya menurunkan total fertility rate  (TFR) dan Unmet Need pada kelompok ini mengindikasikan bahwa kegiatan tersebut belum berjalan efektif dan belum memberikan manfaat yang maksimal.

Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang sistim perencanaan pembangunan nasional, Bappenas melalui Direktorat Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak perlu adanya evaluasi terhadap pelayanan KB bagi masyarakat di wilayah miskin perkotaan.
 
"Masyarakat miskin dengan tingkat pendidikan dan kesejahteraan yang rendah memiliki angka kelahiran total yang lebih tinggi, dibandingkan masyarakat dengan tingkat pendidikan dan kesejahteraan yang lebih tinggi," ungkapnya.

"Apabila TFR yang tinggi tersebut tidak dikendalikan maka akan menambah beban pembangunan, karena generasi miskin yang akan dihasilkan. Oleh karena itu program KB berupa penyediaan alat dan obat kontrasepsi bagi masyarakat miskin menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional," sambungnya.

Masih kata Nina, program KB tersebut membantu masyarakat untuk mampu merencanakan jumlah keluarganya, yang pada akhirnya mampu meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan keluarganya dengan lebih baik, terutama masyarakat miskin. Namun, guna memastikan bahwa program KB berupa pelayanan untuk masyarakat di wilayah miskin terutama di Kota Cilegon  dapat berjalan efektif dan mampu memberikan manfaat yang maksimal. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook