Atletik Segel Tiket PON Papua

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Senin, 08 Juli 2019 - 12:36:48 WIB   |  dibaca: 296 kali
Atletik Segel Tiket PON Papua

MEDALI EMAS : Atlet lompat jangkit Banten Maesaroh (belakang tengah) berfoto bersama usai meraih medali emas.

SEMARANG - Berita gembira datang dari olahraga atletik. Banten memastikan 2 atletnya tampil di PON Papua setelah limit waktu mereka masuk limit PON Papua saat berlaga di kejuaraan Atletik Jawa Tengah (Jateng) Open 2019.  Banten dalam kejuaraan ini meraih 1 medali emas dan 1 medali perak.

Medali emas disumbang Maesaroh dari nomor lompat jangkit yang mampu melebihi limit PON yakni 12 meter dengan lompatan 12,14 m. Maesaroh mengalahkan perlawanan atlet Pengcab PASI Kota Denpasar Ni Luh Mita dan Irfa dari Jawa Tengah yang menempati posisi kedua dan ketiga.

Sedang medali perak diboyong Syifa Nabila yang berlaga di lontar martil putri. Syifa gagal bersaing dengan atlet asal klub atletik Fajar Mas Murni yang tampil sebagai juara dengan lemparan sejauh 47,67 meter.

Syifa hanya mampu melempar sejauh 45,49 m namun melebihi limit untuk tampil di PON yakni lemparan sejauh 43 m. Ia mampu mengalahkan Azizah Nur Laily atlet asal klub dari Jakarta, Menteng Raya 72 yang menempati posisi ketiga.

Menanggapi sukses atlet atletik Banten menambah tiket PON dengan status tiga besar, Ketua PASI Banten Cepi Safrul Alam mengaku bangga dan senang karena pembinaan dan latihan yang mereka lakukan berbuah manis. Hingga saat ini Banten telah meloloskan 4 atlet ke PON setelah sebelumnya Budiman Holle dan Muhammad Yusuf telah lolos terlebih dahulu.

"Alhamdulillah kami menambah tiket tampil di PON XX/2020 di Papua dari nomor lompat jangkit dan lontar martil. Mereka ini memang yang kita andalkan untuk lolos ke PON Papua dan meraih medali di PON nantinya," ucap Cepi.

Mantan Kepala Dispora Banten tersebut menyatakan sejauh ini pihaknya masih memiliki beberapa atlet potensial untuk lolos ke PON. Tiga di antaranya adalah M. Habiubullah atlet lari 800 meter, Alif Indrawan atlet lari 3.000 meter steeplechase dan Adit atlet lompat jangkit.

Bahkan untuk Habibullah pada Jateng Open dia mampu lolos sebagai peraih medali perak namun catatan waktu larinya masih dibawah limit PON yakni 1,55 menit. Habibullah mencatatkan waktunya 1 menit 56,89 detik.

Sedang Alif Indrawan tercatat ia sudah melampaui limit PON yakni dengan mencatatkan waktu 9 menit 37,12 detik. Sementara limit PON untuk nomor 3.000 meter steeplechase adalah 9 menit 40.00 detik.

Sedang satu atlet lainya Adit masih memiliki peluang lolos karena catatannya hanya selisih 5 cm dari limit PON dan berada di peringkat keempat Jateng Open di bawah rekan satu timnya Muhammad Yusuf yangmeraih perunggu. Adit mencatat rekor lompatan 1,90 meter sementara Yusuf di Jateng Open kembali melampaui limit PON dengan lompatan 1,98 meter.

Limit PON tercatat adalah 1,95 meter."Kalau saya masih yakin bisa lolos dua atlet lagi di seri kualifikasi PON selanjutnya yakni di Kejurnas yang akan dilangsungkan pada Agustus nanti. Tapi kami akan berusaha bisa lolos lebih banyak atlet lagi ke PON nanti," kata Cepi. (rbnn/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook