Pengawasan Pesisir Banten Lemah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 08 Juli 2019 - 12:45:13 WIB   |  dibaca: 188 kali
Pengawasan Pesisir Banten Lemah

PEMBUKAAN: Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir (tengah) membuka kegiatan lomba mancing dalam rangka HUT Bhayangkara di TPI Karangantu, Sabtu (6/7).

SERANG- Aparat keamanan memiliki kendala mengamankan wilayah perairan di Banten. Sarana yang minim dan terbatas mengakibatkan Ditrektorat Polair Polda Banten sulit mengawasi perairan Banten secara penuh. Hal itu menyebabkan banyaknya kasus kejahatan masuk lewat jalur pesisir pantai, khususnya kejahatan narkoba jaringan iternasional.

Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin mengakui jika pengawasan perairan dan pesisir Banten masih lemah dan jauh dari ideal. Sebab, sumber daya manusia serta infrastruktur yang dimiliki Dit Polair masih terbilang minim, sehingga pesisir Banten masih rentan peredaran narkoba.

"Ini memang alasan klasik tapi fakta. Pertama dari SDM kita, jumlah personil sangat terbatas, kita diharuskan mengamankan wilayah pesisir pantai sepanjang 458 kilometer dengan personil hanya 160 saja," katanya kepada Banten Raya disela-sela HUT Bhayangkar Fun Fishing Piala Kapolda Banten, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangantu, Kota Serang, Sabtu (6/7).

Menurut Nunung, saat ini Dit Polair Polda Banten hanya memiliki jumlah 14 armada kapal. Sayang, dari jumlah itu, hanya 13 kapal saja yang bisa beroperasi. Padahal untuk menjaga seluruh wilayah perairan Banten membutuhkan puluhan kapal. "Dari 14 kapal patroli, 1 kapal dalam kondisi rusak dan tipenya juga cukup kecil untuk ukuran wilayah Banten Selatan," ujarnya.

Nunung menambahkan, dengan armada kapal patroli yang terbatas, Ditpolair Polda Banten hanya bisa fokus melakukan pengawasan perairan Banten wilayah utara. Sedangkan untuk perairan wikayah selatan, kapal patroli yang dimilikinya tidak mampu melewati medan laut yang ekstrem.

"Jadi sampai sekarang kita hanya fokus melaksanakan patroli di wilayah pesisir utara, tapi untuk Selatan hanya sesekali saja dengan memanfaatkan masyarakat dan rekanan yang memiliki kapal besar. Kapal kita tidak akan sanggup melakukan patroli di sana," tambahnya.

Nunung menegaskan, meski demi keamanan wilayah pesisir Banten, pihaknya tidak ingin memaksakan anggotanya untuk melakukan patroli di wilayah Laut Selatan. Sebab dengan menggunakan kapal yang ada justru akan mengancam keselamatan anggotanya."Bagaimana pun kami tetap mengutamakan keselamatan anggota kita, jangan memaksakan malah nanti bisa terjadi kecelakaan," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir saat membuka lomba fun fishing HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019 membagikan seribu paket sembako kepada perwakilan masyarakat nelayan kampung Karangantu dan Pulau Tunda, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

"Mancing bukan hanya hobi tapi ini turunan dari nenek moyang kita yaitu memancing dan menangkap ikan. Kegiatan ini banyak mafaat besar, kurang lebih 25 perahu nelayan disewa. Begitu juga selain kegiatan positif lainnya, juga menjaga silaturahmi memperkuat kemitraan dengan seluruh lapisan masyarakat," kata Kapolda saat sambutan.

Untuk diketahui, pada tahun 2017 tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok berhasil menangkap penyelundup narkoba jenis sabu seberat satu ton dari China, kemudian pada Mei 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 35 kilogram di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Jalan Tol Jakarta Merak KM 2 Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook