Harga Seekor Kambing Bisa Mencapai 30 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 08 Juli 2019 - 13:28:35 WIB   |  dibaca: 297 kali
Harga Seekor Kambing Bisa Mencapai 30 Juta

BUKTIKAN KUALITAS : Seni tangkas domba Garut dan pameran ternak dalam rangka silaturahmi peternak Banten di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu (7/7).

SERANG - Peternak domba dan kambing di Kota Serang menggelar Seni Tangkas Domba Garut dan Pameran Ternak. Usaha memperkenalkan domba dan kambing ke masyarakat juga meningkatkan citranya.  

Dua orang pawang memegang erat dua domba yang siap beradu di tengah lapangan. Seekor domba berwarna putih. Seekor lainnya berwarna hitam-putih. Tangan kiri pawang tampak memegang tanduk domba yang melengkung indah sementara tangan kanan memegangi punggung domba.

Di sekeliling lapangan orang-orang dengan muka penasaran dan ingin tahu melihat apa yang akan terjadi. Suara peluit melengking memenuhi udara. Kedua pawang melepaskan domba yang mereka pegang.

Dengan gerakan cepat kedua domba berlari lalu melompat dan menerjang satu sama lain. Tanduk kedua domba berbentuk melengkung dan keras itu beradu dan bergetar. Terdengar sura benturan keras. Beberapa helai bulu halus domba berterbangan akibar benturan keras itu. Kedua domba mundur mencari ancang-ancang lalu kembali menyerang dan menerjang.

Pemilik Padepokan Siloka Smart Wilayah Banten Dede Roni, mengatakan adu ketangkasan domba ini merupakan seni khas daerah Garut, Jawa Barat. Seni ini sengaja dihadirkan di Banten untuk memperkenalkan seni tradisi yang sudah cukup berkembang di Jawa Barat. Dede sendiri berasal dari Garut.

Dede mengungkapkan, adu domba ini tidak seperti adu ayam yang memperlakukan hewan ternak sampai luka parah. Aduan ini hanya ingin melihat ketangkasan dari domba yang dimiliki. Tahun 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Banten pernah menggelar acara semacam ini. Namun itu hanya berlangsung satu tahun. Sementara tahun ini tidak ada acara serupa.

Maka, peternak menggelar sendiri acara ini. “Ini jadi ajang silaturahmi antar peternak di Banten,” kata Dede di sela acara Seni Tangkas Domba Garut dan Pameran Ternak Dalam Rangka Silaturahmi Peternak Banten di Kampung Sewor, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu (7/7).

Dede mengatakan, acara adu ketangkasan ini dapat meningkatkan nilai jual domba yang ikut dalam pertandingan. Domba-domba yang memenangi adu ketangkasan akan mampu dijual dengan harga yang sangat mahal. Bila harga normal domba saat ini adalah sekitar Rp5 juta per ekor, maka domba yang menang bisa dijual dengan harga berkali-kali lipat di atas lima juta.
“Bisa dijual Rp20 juta bahkan Rp30 juta,” kata Dede.

Dede bercerita, ia ingin mengedukasi masyarakat tentang peternakan, khususnya domba dan kambing. Pasalnya masih banyak warga Kota Serang yang belum tertarik beternak domba atau kambing, meski secara profit sangat bisa mendatangkan keuntungan ekonomi. Hanya karena bau yang dihasilkan tubuh domba masyarakat banyak yang tidak mau memelihara hewan ini.“Kami juga ingin menjaring investor baru yang mau beternak,” katanya.

Sementara setiap tahun ada saatnya peternak domba atau kambing panen, yaitu saat menjelang Idul Adha. Juga pada hari-hari biasa saat masyarakat akan menunaikan akikah untuk anak mereka. Akikah mensyaratkan kambing atau domba untuk menunaikan ibadah ini. “Saat idul qurban itu adalah momen panen bagi peternak,” tuturnya.

Dede mengaku adu ketangkasan domba ini diikuti 50 peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah di Banten seperti Merak, Pandeglang, Tangerang, Lebak, bahkan Tangerang. Ia berharap acara ini bisa digelar secara rutin setiap tahun sehingga menjadi ajang sosialisasi, edukasi, bahkan wisata.

“Kami bisa pastikan beternak bisa menopang kehidupan,” ujarnya seraya menambahkan selain adu ketangkasan juga ada pameran ternak, yaitu pameran kambing yang merupakan jawara kandamg yang dimiliki setiap peternak. Yang dinilai saat pemaran ternak adalah genetik, kerapihan, perawatan, jogrog, dan lainnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Serang Siswati mengatakan, acara yang digelar peternak kemarin murni inisiatif dari peternak. Dinas tidak memiliki anggaran untuk bisa mendukung acara semacam ini. Karena itu ia mengapresiasi acara tersebut.“Ini acara sangat bagus untuk melestarikan budaya namun di Kota Serang masih belum membudaya,” katanya.

Siswati mengungkapkan minat warga Kota Serang berternak domba sebetulnya masih tinggi. Itu terbukti dari banyaknya proposal yang masuk ke dinas pertanian meminta bibit domba. Meski demikian ia menyarankan supaya peternak tidak hanya menggelar lomba ketangkasan domba melainkan juga memperkuat di bibit domba sehingga populasi domba di Kota Serang semakin banyak.“Kalau banyak kita tidak perlu mendatangkan domba atau kambing dari luar Banten,” katanya. (MUHAMAD TOHIR)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook