Siswi SMK Digilir Lima Pria

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 08 Juli 2019 - 15:50:46 WIB   |  dibaca: 12324 kali
Siswi SMK Digilir Lima Pria

BEJAT : Rumah kosong yang dijadikan tempat lima tersangka tindak kekerasan seksual kepada Bunga, kemarin.

KAB TANGERANG - Gadis belia bernama Bunga (14), asal Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang yang berstatus siswi kelas satu sekolah menengah kejuruan (SMK) diperkosa lima pria. Peristiwa yang menimpa gadis berkerudung itu terjadi di rumah kosong di Jalan Raya Gunung Kaler-Kresek kilometer lima, Kecamatan Gunung Kaler. Saat wartawan mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP), rumah kosong dengan luas kurang lebih 80 meter tersebut sudah usang dan tak terawat.

Pada dinding rumah itupun banyak terdapat coretan dan debu menempel. Pada bagian kanan rumah terlihat sebuah gedung cukup besar yang menjadi tempat usaha pada siang harinya. Namun pada bagian kiri rumah hanya terdapat hamparan lahan kosong tanpa garapan. Sementara itu jarak rumah Bunga ke rumah kosong tersebut hanya berkisar 1 kilometer dengan jalan beton.

Saat ditemui di rumahnya, Bunga menuturkan awal mula peristiwa yang merenggut keperawannya tersebut. Menurutnya, saat itu ia tidak dapat berbuat banyak lantaran dikelilingi lima lelaki. Meskipun sempat melakukan perlawanan, ia tidak berdaya menghadapi lima tersangka. Alhasil, ia hanya bisa pasrah dijadikan pelampiasan nafsu bejad terduga pelaku berinisial HR yang dibantu empat rekannya.

Bahkan akibat sempat melawan ia mendapat hadiah luka sayat di bagian tangan. "Saya sempat melawan tapi dipegangi sama teman-temannya. Tangan saya juga kena goresan pecahan gelas, saya enggak bisa apa-apa saat itu," ungkap Bunga kepada wartawan, Sabtu (6/7).

Bunga menjelaskan, kejadian bermula saat ia hendak pulang ke rumahnya usai menyaksikan hiburan di tempat hajatan. Saat itu, tetangganya sempat menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang. "Mau diantar tetangga tadinya. Tapi tangan saya di tarik sama dia (pelaku) dan langsung diajak pergi, katanya mau dianter pulang tapi malah dibawa ke rumah kosong itu," jelasnya.

Saat kejadian, Bunga menyebut suasana di sekitar sangat sunyi dan sepi. Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB “Udah sepi, enggak bisa teriak. Sakit sama takut," ungkap dia dengan mata berkaca-kaca.

Bunga mengatakan, lokasi yang dijadikan tempat untuk melampiaskan nafsu pelaku merupakan tempat yang biasa dijadikan pelaku untuk berkumpul bersama teman-temannya. "Mereka biasanya nongkrong di situ. Habis ngelakuin itu mereka pergi naik motor, ada tiga motor," katanya.

Bunga mengaku tidak kenal baik dengan pelaku dan hanya berkomunikasi melalui pesan singkat atau ngobrol sebentar saat bertemu. Apalagi sampai bermain hati, kata dia, perkenalan mereka hanya sebatas saling mengenal muka dan nama karena berada di wilayah yang sama. "Enggak (pacaran -red), ngobrol saja engga pernah. Cuma emang kalau lagi main ke rumah saudara sering ketemu saja di jalan," ucapnya.

Bunga menambahkan, sempat terlintas dalam pikirannya ingin membohongi kedua orang tuanya dengan kondisi yang ada. Namun tak kuasa menahan perih. Akhirnya ia bercerita kepada ibunya. “Setelah bercerita ke ibu, saya diajak melapor ke Polsek Kresek,” tutupnya.

Sementara itu, ibu korban berinisial S mengatakan, peristiwa pemerkosaan yang menimpa anaknya sudah dilaporkan ke Polsek Kresek. Anaknya sudah dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP), dan juga sudah divisum di RSUD Balaraja. “Saat dilakukan visum, diantar oleh dua anggota Reskrim Polsek Kresek," katanya.

S berharap, kasus yang menimpa anaknya bisa segera diungkap dan pelaku bisa segera ditangkap. Apalagi, pelaku merupakan warga Kecamatan Gunung Kaler atau bukan orang jauh. “Saya percaya kepada kepolisian dalam menangani kasus ini,” tutupnya.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kresek Ipda Maskuri membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku. “Para pelaku kabur setelah memperkosa. Para pelaku sempat kami ketahui persembunyiannya. Tapi sekarang sudah kabur dari persembunyian yang pertama itu,” kata Maskuri saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (7/7).

Maskuri meminta kepada keluarga korban untuk bersabar karena pihaknya komitmen untuk menangkap para pelaku. “Kami tidak diam, kami terus melakukan pengejaran. Insya Allah dalam waktu dekat, para pelaku bisa ditangkap. Saya juga minta abang (menyebut wartawan) tidak menulis nama dan alamat jelas korban karena masih di bawah umur,” katanya. (imron)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook