Pedagang Bakso Tewas Digorok

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 10 Juli 2019 - 13:06:01 WIB   |  dibaca: 295 kali
Pedagang Bakso Tewas Digorok

MASIH DISELIDIKI : Anggota Kepolsian dan TNI mengevakuasi jenazah korban pembunuhan dari kontrakannya di BTN Kaduagung Utama, Desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak, Selasa (9/7).

RANGKASBITUNG -Seorang pedagang bakso bernama Endang Hidayat (39) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kontrakannya di Perumahan BTN Kaduagung Utama, Blok O, Nomor 001, RT 004 RW 002, Desa Kaduagung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Selasa (9/7) sekira pukul 02.00 WIB.

Korban yang merupakan warga Kampung Kampung Cibeas, RT 006 RW 004, Desa Sindang Laya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, diduga tewas digorok orang tak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam. "Sekira jam 02.00 dini hari tadi (kemarin -red) saya dapat laporan dari warga bahwasanya telah terjadi tindak pidana dugaan pembunuhan. Korbannya seorang pedagang bakso," kata Babinsa Desa Kaduagung Tengah Serda Aswin kepada Banten Raya, Selasa (9/7).

Menurutnya, korban baru empat hari menempati rumah kontrakannya. "Korban mengontrak tak sendiri tetapi ditemani saudara Angga Wijaya (18), warga Kampung Sindang Agung, Desa Hariang, Kecamatan Sobang. Namun saat ditemukan kondisi korban terluka parah pada bagian leher, sementara temannya pingsan," katanya.

Aswin mengatakan, berdasarkan informasi dari Imanudin, warga setempat, sekira pukul 02.00, dari rumah kontrakan terdengar suara minta tolong. Selanjutnya saksi keluar rumah dan melihat sejumlah warga lain di depan rumah korban.

Kemudian warga lainnya Untari, melihat ada orang lari di atas genteng rumah korban. "Selanjutnya warga mengejar namun tidak ditemukan. Kemudian warga dengan RT setempat mengecek rumah dan mengintip dari kaca jendela melihat ada dua orang laki-laki berlumuran darah dan langsung melaporkan ke Polsek Cibadak," katanya.

Tetangga rumah korban, Syawali menuturkan, dirinya tidak ikut mengejar pelaku karena baru bangun jam 04.00 dan di luar rumah sudah ramai "Saya terakhir ngelihat korban itu sore saat hendak masukin mobil ke garasi. Dari semenjak itu korban  gak terlihat ke luar rumah," katanya.

Senin (8/7) pukul 22.30, Syawali melihat Angga, rekan korban, pergi keluar rumah. "Kemudian ditanya mau pergi kemana, jawabnya mau beli minuman dan makanan. Saat pergi ke luar, si Angga yang badannya kecil itu sendirian. Namun pas pulangnya berdua, saya gak tahu sama siapa, tau-tau jam 04.00 dibangunin karena mobil saya ngehalangin jalan," katanya.

Syawali curiga jika pelaku pembunuhan adalah orang ikut bareng Angga. "Soalnya pasca kejadian yang bersangkutan tidak ada, yang ada korban sudah bersimbah darah dan kondisi si Angga mulut tersumpal kain, leher ada bekas cekikan dan kakinya terikat kain. Tadinya si Angga ini dikira sudah mati karena memang terlihat gak bergerak. Namun pas tiba, polisi mengangkat sumpelan kain, tubuh si Angga bergerak, ternyata masih hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit," katanya.

Syawali mengatakan, korban merupakan warga Sobang yang datang menyewa rumah milik Wahyu. Datang pada Kamis, tanggal 5 Juli 2019. "Pada hari Kamis ngontrak, pada hari itu langsung diisi. Padahal di dalamnya belum ada apa-apa belum ada alas kasur dan perlengkapan lain langsung nginep begitu aja," katanya.

Keesokan harinya, korban melaporkan diri kepada Ketua RT dengan menyerahkan foto kopi KTP. "Ketika ditanya mengaku warga Sobang dan mau buka usaha jualan bakso. Katanya lagi nyari tempat untuk jualan," katanya.

Dikatakan Syawali, dirinya belum begitu akrab dengan korban karena memang baru empat hari mengontrak. Dirinya juga kaget saat tahu korban tewas dibunuh dengan luka gorok di leher. "Di dalam kontrakan polisi mengamankan sebilah pisau serta membawa barang-bawaan setengah karung. Mungkin untuk barang bukti," katanya.

Syawali mengatakan, sebelum tewas korban diduga melakukan perlawanan terhadap pelaku. Hal itu tampak dari jejak pelaku berupa darah yang menempel di lantai di genting, di tembok dan di pagar rumah dan di pepohonan di kebun."Bahkan jejak darah pelaku terlihat di Masjid Perumahan Sumurbuang. Diduga pelaku ini terluka juga karena ceceran darahnya dimana-mana," katanya.

Kasatreskrim Polres Lebak APK Oka Nurmulia Hayatman saat dikonfirmasi, membenarkan adanya tindak pembunuhan dan pelakunya sudah ditangkap. Namun ketika ditanya siapa identitas pelaku dan motifnya apa, kasatreskrim belum mau memberikan penjelasan lebih lanjut. "Nanti besok (hari ini -red) saja, masih dalam penyelidikan," katanya. (purnama).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook