Tiga PO Bus Dievaluasi Kemenhub

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Rabu, 10 Juli 2019 - 13:11:43 WIB   |  dibaca: 286 kali
Tiga PO Bus Dievaluasi Kemenhub

EVALUASI BUS : Jajaran Kemenhub bersama Bupati Irna Narulita membahas manajemen ketiga perusahaan bus di gedung Pendopo Pandeglang, Selasa (9/7).

PANDEGLANG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan evaluasi tiga perusahaan bus yang beroperasi di Kabupaten Pandeglang. Ketiga perusahaan bus ini adalah Murni Jaya, Murni Putih, dan Asli Prima.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kemenhub Deny Kusdyana mengatakan, evaluasi ketiga manajemen bus dilakukan menindaklanjuti keluhan pemerintah hingga masyarakat mengenai sering terjadinya kecelakaan dan penerapan tarif bus tidak sesuai aturan pemerintah."Kami ke sini (Pandeglang-red) dalam rangka mengumpulkan data terkait dengan evaluasi sistem manajemen keselamatan bus, misalkan dokumentasi terhadap kecelakaan, visi misi hingga struktur organisasi perusahaan bus seperti apa.

Kita akan lihat bagaimana yang diterapkan di masing-masing perusahaan bus. Batas evaluasi ini kita lakukan sampai satu bulan ke depan," kata Deny, ditemui usai bertemu dengan Bupati Irna Narulita di gedung Pendopo Pandeglang, Selasa (9/7).

Jika dalam satu bulan ketiga perusahaan bus masih tidak mentaati aturan pemerintah, Deny berjanji akan memberikan sanksi. "Berdasarkan aturan kami, ada sanksi administratif terhadap kendaraan dan perusahaan. Untuk sanksi kendaraan dilakukan dengan pembekuan tidak beroperasi sampai ada putusan pengadilan.

Kalau memang kendaraan itu tidak layak, maka izin operasinya akan dicabut. Kalau misalkan kategori tidak ada bersalah kita pulihkan, dan untuk perusahaan dilakukan pembekuan atau tidak diberikan pengembangan dan penambahan armada dari enam bulan sampai satu tahun. Itu pun kalau pelanggarannya berat atau tidak," imbuhnya.

Selain sanksi, Deny menyarankan pemerintah daerah untuk membuka peluang bagi perusahaan bus yang baru. "Kalau menurut saya berikan pesaing yang bagus, tapi dari ketiga perusahaan ini kalau misalkan ada yang berubah, nanti penumpang akan mengikuti mana bus yang tertib. Sekarang kita lagi evaluasi, karena pengawasan terhadap operasional bus masih lemah. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah). Perusahaan juga harus memberikan pembinaan bagi sopir dan kondektur," ujarnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengharapkan Kemenhub memberikan peringatan keras bagi perusahaan bus agar dapat menjaga keselamatan masyarakat. "Kami berharap keluhan masyarakat betul-betul bisa ditindaklanjuti. Saya hanya ingin ketiga perusahaan bus dapat melayani dengan baik, jaga keselamatan masyarakat kami, jaga nama baik perusahaan, sehingga betul-betul memberikan pelayanan yang baik. Bukan saya membenci, tapi banyak aduan masyarakat yang sangat merugikan nama baik pemerintah daerah," harapnya.

Irna meminta Kemenhub dapat membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan bus beroperasi di Pandeglang. "Saya meminta bapak Menteri Kemenhub dapat memberikan peluang seluas-luasnya untuk jasa angkutan bus yang lain. Kalau tidak bisa perusahaan lain dari ketiga perusahaan bus itu yang selama ini notabenenya buruk pelayanannya dan tidak bisa ekonomi, saya minta eksekutif saja," paparnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook