Limbah Kapur Resahkan Warga Griya Praja Mandiri

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 11 Juli 2019 - 11:15:33 WIB   |  dibaca: 130 kali
Limbah Kapur Resahkan Warga Griya Praja Mandiri

DIKELUHKAN : Limbah kapur yang dibuang di samping Jalan Akses Perumahan Griya Praja Mandiri, Rabu (10/7).

CILEGON - warga Perumahan Griya Praja Mandiri (GPM) yang berada di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon mengaku resah dengan adanya pembuangan limbah kapur di sekitar tempat tinggalnya.Selain resah terhadap efek yang akan ditimbulkan, jalan menuju perumahan juga rusak akibat lalulintas truk pengangkut limbah tersebut.

Pantauan Banten Raya di lokasi, Rabu (10/7), lokasi pembuangan limbah kapur tersebut berada di bekas galian, tepatnya berada di sisi kiri jalan keluar atau sisi kanan jalan masuk perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cilegon yang tembus Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Lokasi tersebut ditutup seng, namun masih terlihat tumpukan-tumpukan limbah kapur yang diduga berasal dari PT Krakatau Posco Chemtech Calcination (KPCC). Di lokasi tersebut saat siang hari terlihat sepi aktivitas.

Salah satu warga GPM, yang meminta tidak disebutkan namanya mengungkapkan, warga di perumahan itu mengeluhkan adanya limbah kapur itu. “Jalannya jadi berdebu, dan truknya keluar masuk di sekitar situ, jalan masuk ke perumahan jadi rusak,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Pria yang juga menjadi abdi negara di lingkungan Pemkot Cilegon ini juga menuturkan, jika pembuangan limbah tersebut sudah berlangsung sekitar satu tahun terakhir. Warga sekitar bersama Ketua Rukun Warga (RW) sempat melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon untuk menutup lokasi tersebut.

Namun, lanjutnya, saat ini masih berlangsung. “Pernah dilaporin juga ke Kecamatan Cibeber sama ke pihak DLH Cilegon tapi saya tidak tahu kelanjutannya, dan saat ini masih berlangsung aktivitas pembuangan limbahnya,” terangnya.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada DLH Kota Cilegon, Mochammad Teddy Soeganda membenarkan jika pernah ada aduan warga terkait pembuangan limbah kapur di sekitar akses masuk Griya Praja Mandiri. “Memang pernah ada laporan warga. Kalau izinnya bukan di bidang saya,” kata Teddy.

Ia mengatakan, pihaknya pernah menerjunkan tim ke lapangan dan melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, limbah kapur tersebut dinilai tidak beracun dan berbahaya. “Kalau dulu hasil laboratorium itu kapur saja. Hanya kalau memang jumlahnya banyak menimbulkan debu,” ujarnya.

Teddy menyatakan, pihaknya mengaku akan kembali melakukan pemeriksaan di lapangan.HR and Commerce Director PT KPCC, Akhmad Syariful Huda belum menjawab telepon wartawan. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook