Tahun Ini, Pengelolaan Dana BOS Online

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 11 Juli 2019 - 11:21:17 WIB   |  dibaca: 141 kali
Tahun Ini, Pengelolaan Dana BOS Online

SOSIALISASI : Ratusan Kepala SD dan SMP mendengarkan arahan dalam Sosialisasi Dana BOS, Rabu (10/7).

CILEGON – Pengelolaan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) di Kota Cilegon tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini pengelolaan dana bantuan dari Pemerintah Pusat itu akan dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan) oleh sekolah. Pengelolaan dana bantuan dari pemerintah pusat itu dilakukan agar lebih akuntabel dan transparan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Muhtar Gojali menyatakan, pengelolaan dana BOS secara online ini merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sehingga pengelolan BOS diharapkan lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Kedepannya tidak ada lagi dana BOS itu dikelola secara manual, baik saat pengadaan maupun laporan, semuanya online. Makanya kami kumpulkan semua kepala sekolah agar mengetahui tata caranya,” katanya kepada Banten Raya usai membuka acara sosialisasi pengeloloaan dana BOS online di salah satu hotel, Rabu (10/7).

Muhtar menjelaskan, pengelolan secara online dana BOS merupakan sesuatu yang baru. Sosialisasi yang dilakukan itu merupakan tahap awal. Nantinya, kata Muhtar, ada pemantapan, khususnya untuk operator yang akan mengelola di masing-masing sekolah.“Sekarang kepala sekolah dulu agar mengetahui adanya kebijakan baru. Kedepannya akan pemantapan untuk para operator BOS sekolah,” paparnya.

Kasubag Program dan Evaluasi Dindik Kota Cilegon, Vania Eriza, menyatakan, ada 181 kepala sekolah dasar (SD) dan 42 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta serta pengawas hadir dalam acara sosialisasi. Hal ini agar para kepala sekolah bisa bersiap dengan adanya pengelolaan dana BOS online."Sekolah harus bersiap,” tegasnya.

Vania menyatakan, dalam proses pengadaan barang dan jasa, sekolah juga harus melakukan melalui katalog sektoral pendidikan dan sistem informasi pengadaan sekolah (Siplah). Hal tersebut untuk lebih mendukung dan mempermudah sekolah dalam pemenuhan kebutuhan, khususnya buku.

Kendati begitu, kata Vania, ada juga sejumlah kebutuhan sekolah yang dilakukan secara manual, sehingga dengan sosialisasi tersebut sekolah bisa mengetahui mana yang harus online dan boleh manual.“Nantinya pesan barang sampai dengan pembayaran secara non tunai dilakukan secara online. Namun karena baru pengembangan juga ada yang masih dilakukan secara manual,” imbuhnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook