Obyek dan Subyek Pajak Didata Ulang

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 11 Juli 2019 - 12:35:26 WIB   |  dibaca: 265 kali
Obyek dan Subyek Pajak Didata Ulang

SOSIALISASI AWAL : Kepala Bappeda Rachmat Maulana (kedua dari kiri) memberikan arahan kepada konsultan dan dan perwakilan desa se-Kecamatan Cikande sebelum pendataan PBB-P2 dilakukan, Rabu (10/7).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui pihak ketiga melakukan pendataan dan pemutaakhiran obyek dan subyek pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Cikande, Bojonegara, dan Kecamatan Ciruas. Pemutaakhiran data dilakukan untuk mendapatkan data yang valid dan akurat karena data yang saat ini ada merupakan hasil pendataan lama.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang Rachmat Maulana mengatakan, pemutaakhiran dan pendataan obyek dan subyek PBB-P2 sudah seharunya dilakukan karena data yang digunakan sekarang ini merupakan pelimpahan dari KPP Pratama yang pendataannya dilakukan pada 1998 silam. “Kita pingin ada pemutaakhiran data obyek dan subyek PBB-P2 karena daerah sudah berkembang dan tentunya sudah ada perubahan,” kata Rachmat di ruang rapat Brigjen Syam'un, Pemkab Serang, Rabu (10/7).

Ia menjelaskan, perubahan di lapangan terjadi meliputi perubahan kepemilikan, perubahan luasan, dan perubahan bentuk sehingga Pemkab Serang berkewajiban untuk memastikan siapa pemilik obyek pajak dan siapa yang menjadi subyek pajak. “Jangan sampai fisiknya sudah berubah tapi data yang kita punya belum berubah. Untuk tahun ini Kecamatan Cikande, Bojonegara, dan Kecamatan Ciruas,” ujarnya.

Rachmat menuturkan, pendataan akan dilakukan selama enam bulan dari mulai Juli sampai Desember dengan diawali melakukan persiapan sosialisasi sampai dengan pelaksanaan pemutaakhiran. “Untuk yang melakukan pendataan konsultan karena dilelang secara terbuka. Pertemuan ini juga untuk mempertemukan pihak pelaksana dengan perangkat wilayah yang ada di desa, supaya jangan sampai ada mis komunikasi,” paparnya.

Ia berharap, dengan adanya pemutaakhiran dan pendataan tersebut, data obyek dan subyek PBB-P2 yang ada di masyarakat sesuai dengan data fisik yang ada, sehingga bisa memastikan bahwa pemda punya potensi pajak itu apa adanya. “Pendataan ini juga untuk menghindari kesalahan pencatatan. Kami berharap perangkat desa dapat membantu kinerja pelaksana pendataan,” katanya.

Kabid Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kabupaten Serang Farida mengatakan, pemutaakhiran dan pendataan PBB-P2 untuk memastikan lokasi obyek pajak dan subyek pajak sesuai dengan peta manual maupun peta digital. “Tahun ini tiga kecamatan dulu dan selanjutnya dilakukan secara bertahap. Hari ini (kemarin-red) persiapan yang untuk Cikande dulu. Untuk yang petugas pendatanya ada sekitar 75 orang,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook