20 Lubang Tambang Emas Ilegal Ditutup

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 11 Juli 2019 - 13:58:03 WIB   |  dibaca: 267 kali
20 Lubang Tambang Emas Ilegal Ditutup

BERBAHAYA : Bupati Lebak Iti Octavia Jayabayasecara simbolis menutup PETI di Kecamatan Cibeber, Rabu (10/7).

RANGKASBITUNG - Tim operasi simpatik gabungan bersama masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, menutup 20 lubang kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berada di Blok Cikidang, Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kecamatan Cibeber.

Tim gabungan terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK), Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Pemda Lebak, Polres Lebak, Kodim Lebak, beserta masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang.

"Penghentian kegiatan PETI ini merupakan upaya KLHK untuk menekan kerusakan kawasan hutan, lingkungan serta upaya menghilangkan dampak pencemaran tanah dan air yang disebabkan oleh sampah, merkuri dan sianida. Berbagai upaya telah dilakukan oleh BTNGHS sejak tahun 2011-2017 dengan melakukan patroli rutin maupun operasi gabungan," kata Kepala Balai TNGHS Awen Supranata di Cisungsang, Rabu (10/7).

Awen mengatakan, operasi gabungan dilakukan dengan berbagai pihak serta monitoring bersama PT Antam yang sudah mengakhiri kegiatan ekpsloitasi emas di wilayah blok Cikidang dan sekitarnya sekitar tahun 2010 lalu. Semenjak itu kegiatan PETI di wilayah kawasan TNGHS mulai muncul dan berkembang. "Kegiatan penambangan terbuka dengan memanfaatkan lubang bekas eksploitasi PT Antam. Pada areal PETI ditemukan sekitar 20 lubang galian baik yang masih aktif maupun yang telah ditinggalkan oleh pelaku," katanya.

Awen menegaskan, pola penambangan yang dilakukan oleh para pelaku PETI mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup berat khususnya ekosistem hutan. Penebangan pohon disertai rusaknya vegetasi bawah menyebabkan hilangnya habitat satwa liar."Selain itu tanah dan sungai mengalami pencemaran akibat sampah karung, kandungan sianida dan merkuri. Berubahnya struktur tanah juga mengakibatkan tanah rawan longsor," katanya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK Sustyo Iriyono menuturkan, pihaknya mendukung penuh kegiatan penutupan PETI di kawasan hutan TNGHS. "Ini merupakan bentuk operasi pengamanan hutan dan Ditjen Gakkum terus berupaya agar kawasan hutan tetap terjaga dari bentuk tekanan dan upaya perusakan sehingga fungsi hutan tetap terjaga dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Alhamdulilah dengan kegiatan ini Resort Gunung Bedil seluas 7.768 hektare dapatteramankan dari kegiatan PETI," katanya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyambut baik kegiatan penutupan PETI di kawasan TNGHS. "Kegiatan penutupan PETI Cikidang pernah dilakukan tahun 2010 saat awal pasca tambang PT Antam, namun belum sesuai dengan apa yang diharapkan dan untuk yang keduakalinya diharapkan akan menjadi model penanganan PETI di tempat lainnya baik di kawasan TNGHS maupun di kawasan hutan di seluruh Indonesia.

Kami mengharapkan setelah kegiatan penutupan kegiatan PETI ini ada program lanjutan terkait sosial ekonomi masyarakat, yaitu mengembalikan kembali masyarakat mata pencahrian yang dulunya penambang menjadi kegiatan lainnya yang berbasis agrobisnis, untuk itu Pemda akan melakukan program perberdayaan masyarakat yang nantinya pihak LHK dalam hal ini Balai TNGHS dapat mendukung program perberdayaan masyarakat dimaksud," katanya.

Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang Abah Usep mendukung penutupan PETI. "Masyarakat dulunya berbasis agraris yang menjaga kelestarian alam dengan menjunjung tinggi nilai adar komunal. Mengedepankan keselarasan kehidupan dengan alam," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook