Emas Rp1,6 Miliar Dibuang ke Tong Sampah

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 11 Juli 2019 - 14:00:51 WIB   |  dibaca: 1499 kali
Emas Rp1,6 Miliar Dibuang ke Tong Sampah

PENJAHAT DUA NEGARA : Ditreskrim Polda Banten menunjukkan foto tersangka perampok emas yang diamankan di Malaysia, kemarin.

SERANG - Direktorat Reskrim (Ditreskrim) Polda Banten dan Reskrim Polres Tangerang berhasil menangkap perampok toko emas Permata di Jalan Raya Serang, Balaraja, Kabupaten Tangerang, seberat 6 kilogram atau senilai Rp 1,6 miliar di Malaysia. Sayangnya, barang bukti emas yang dibawa pelaku hilang dibuang ke tong sampah karena tidak laku dijual di negeri Jiran tersebut.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan perampok toko emas di Balaraja dilakukan oleh dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia, yaitu Muhammad Nadzri Padzil dan Muhammad Nur Iskandar. Keduanya sudah ditangkap di Malaysia pada 2 Juli 2019 atas bantuan Polisi Diraja Malaysia.

"Emasnya (Hasil rampokan toko emas -red) dibawa pelaku ke Malaysia dan pada saat akan dijual, emas (senilai Rp1,6 miliar) itu tidak laku dan akhirnya dibuang ke tong sampah di daerah Kuala Lumpur Malaysia," kata Edy saat ekspose di Mapolda Banten, Rabu (10/7).

Edy menjelaskan sebelum melakukan perampokan di toko emas pada Sabtu (15/6), kedua pelaku melakukan perampokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Balaraja Kilometer 43 Tol Tangerang-Merak dan berhasil merampas tas pegawai SPBU yang berisi uang senilai Rp4,6 juta. "Mereka menyewa mobil Avanza dari Jakarta, lalu melakukan perampokan di SPBU Balaraja. Pada esoknya pelaku kembali merampok toko emas dan membawa kabur emas dari toko itu," jelasnya.

Menurut Edi, sebelum melarikan diri ke negaranya, kedua pelaku sempat memperbaiki kaca belakang mobil yang pecah oleh warga saat melarikan diri, di Jakarta. Namun jejak keduanya berhasil terendus oleh polisi melalui plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku dan diketahui mobil tersebut disewa oleh Muhammad Nadzri Padzil dan Muhammad Nur Iskandar WNA asal Malaysia. "Kemudian mereka meninggalkan Indonesia ke Malaysia.

Kemudian Kasatreskrim Polres Tangerang (AKP Gogo Galesung) berangkat ke Malaysia untuk koordinasi dengan Polisi Diraja Malasyia. Pada 2 Juli keduanya ditangkap di Pahang Malaysia oleh Polisi Diraja," ujarnya.

Lebih lanjut, Edi menambahkan, dari hasil pemeriksaan antara Polres Tangerang dan Polisi Diraja, keduanya mengakui jika pelaku perampokan toko emas Permata memang dilakukan oleh keduanya. Polisi Malaysia juga menerima laporan perampokan SPBU Malaysia oleh keduanya. "Saat dilakukan pemeriksaan, dan benar yang bersangkutan melakukan perampokan. Keduanya juga diduga pelaku perampokan SPBU di daerah Maran Malaysia," tambahnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga mengatakan, kedua perampok asal Malaysia tersebut tiba di Indonesia pada 13 Juni 2019 dan langsung menyewa kendaraan untuk melakukan perampokan di wilayah Tangerang.

"Setelah merampok di SPBU Balaraja dan toko emas, keduanya kembali ke Malaysia. Kemudian pada 18 dan 20 Juni (2019), mereka kembali melakukan perampokan di Kualalumpur dan Pahang. Atas info dari kita, kepolisian Diraja Malaysia mengucapkan terima kasih ke Polres Tangerang dan Polda Banten," katanya.

Novri mengungkapkan, dengan adanya informasi kasus perampokan di Indonesia, Kepolisian Diraja Malaysia cukup terbantu. "Meraka belum punya bukti melakukan di sana (perampokan di Malaysia). Untuk saat ini mereka belum dibawa kembali karena melakukan tindak pidana di Malaysia," ungkapnya.

Novri menegaskan, untuk memproses perampok toko emas tersebut, Polda Banten masih menunggu kebijakan dari Malaysia, maupun Pemerintah Indonesia. "Ini terkait kebijakan 2 negara, sementara mereka belum diberikan pada kita, jadi tergantung lobi dua negara, atau bisa juga barter orang kita (WNI terjerat hukum di Malaysia) di tukar, itu bisa juga," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook