Tujuh Pelaku Pembacokan Masih Buron

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 12 Juli 2019 - 11:01:21 WIB   |  dibaca: 367 kali
Tujuh Pelaku Pembacokan Masih Buron

MASIH PENGEMBANGAN: Pelaku pembacokan terhadap remaja di Stadion Krakatau Steel (KS) beberapa waktu lalu digelandang ke sel Mapolres Cilegon, Kamis (11/7).

CILEGON - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon akhirnya berhasil menangkap tiga dari 10 pelaku pembacokan remaja yang terjadi di Stadion Krakatau Steel (KS), Kecamatan Purwakarta, Selasa (25/6) lalu.

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku lain yang masih buron. Tiga pelaku yang tertangkap yaitu SU (27), AX (30), dan KN (32), ketiganya merupakan warga Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Informasinya, pelaku pembacokan dibekuk pada Senin (8/7) lalu. Dimulai dari SU yang tengah nongkrong di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. SU ketika ditangkap, kedapatan membawa sabu-sabu seberat 0,6 gram. SU sendiri sempat melakukan perlawanan terhadap petugas yang akan membekuknya.

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra mengatakan, dari hasil penangkapan SU, petugas melakukan pengembangan dan kemudian menangkap KN pada Senin (8/7) pagi. KN ditangkap di RSUD Drajat Prawiranegara Serang, saat membawa istrinya berobat. Setelah KN, pihaknya melanjutkan pemburuan terhadap AX.

“Pelaku ini ditangkap pada Senin 8 Juli 2019 malam, tidak jauh dari tempat hiburan Dinasti X3. Dari tiga pelaku ini, hanya SU yang berani melawan petugas," kata Dadi saat ditemui awak media di Mapolres Cilegon, Kamis (11/7) sore.

Dadi mengungkapkan, pada peristiwa pengeroyokan terhadap tiga remaja di Stadion KS, SU berperan sebagai pembacok Wahyudi menggunakan senjata tajam jenis golok. Sementara AX, menusuk Wahyudi dengan belati di bagian perut. "AX menusuk Wahyudi hingga usus terburai. Lalu KN ini yang membacok Ulum menggunakan cerulit," ujarnya.

Menurut Dadi, dari penangkapan tiga pelaku, polisi baru menyita barang bukti belati yang digunakan AX, serta tiga motor yang digunakan saat beraksi. Tiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Kemungkinan tersangka masih akan terus bertambah jumlahnya. "Masih ada DPO (Daftar Pencarian Orang) yang kami kejar, salah satunya WA yang diduga sebagai pelaku utama," paparnya.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, latar belakang pengeroyokan juga telah terungkap. Katanya, motif pelaku adalah dendam karena kalah berkelahi di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon. "Jadi, para korban sebelumnya sempat bertikai dengan orang-orang ini. Konfliknya itu dengan WA yang kini masih dalam pengejaran. Para pelaku dipukuli dan kalah jumlah. Karena itulah mereka dendam dan melakukan pengeroyokan," tuturnya.

Rizki menambahkan, untuk pelaku-pelaku lain, hanya ingin membantu masalah yang dihadapi pelaku utama. Bahkan pelaku lain terlibat pada pertikaian yang terjadi di tempat hiburan malam. "Mereka tidak ikut berantem waktu di tempat hiburan malam itu. Tapi mereka ikut saat melakukan pengeroyokan, sekadar aksi solidaritas kepada rekannya," ungkapnya.

Lebih lanjut Rizki mengatakan, para pelaku dapat diancam Pasal 170 KUHP tentang penggunaan kekerasan secara bersama-sama. "Mereka terancam penjara paling lama 5 tahun 6 bulan," tutupnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook