Aktifitas Penambangan Emas Liar Diduga Muncul Lagi

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 12 Juli 2019 - 11:30:24 WIB   |  dibaca: 197 kali
Aktifitas Penambangan Emas Liar Diduga Muncul Lagi

BANDEL: Lokasi penambangan emas tidak berizin di Cimanyangray, Gunungkencana yang diduga kembali beroperasi, belum lama ini.

RANGKASBITUNG- Pertambangan emas tidak berizin di Desa Cimanyangray, Kecamatan Gunungkencana yang ditutup atau ditertibkan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak bulan lalu rupanya tidak membuat para gurandil menjadi kapok.

Setelah mereka anggap aman dan leluasa dari penertiban petugas, maka aktifitas di pertambangan emas tersebut diduga kuat kembali berjalan. Namun agar tidak dicurigai masyarakat, maka para gurandil tersebut berkamuflase seolah sedang beraktifitas menambang batu-batu besar.

Seorang warga Gunungkencana yang enggan menyebut namanya kepada Banten Raya menduga kuat bahwa aktifitas penambangan emas tidak berizin kembali berjalan. Hal itu diyakini karena sejak beberapa hari belakangan ini banyak orang yang hilir mudik ke lokasi penambangan emas yang berada di tengah-tengah hutan tersebut.

Kalau saya amati, sepertinya mereka sedang menambang batu-batu besar. Namun saya curiga dibalik melakukan penambangan bebatuan, merekapun melakukan penambangan emasnya,"ujar warga tadi, kemarin.

Menurutnya, pasca dilakukan penertiban oleh Dinas Satpol PP beserta Dinas Lingkungan Hidup, tidak ada lagi aparat pemerintahan yang mendatangi lokasi penambangan emas di Cimanyangray. Padahal sepengetahuanya, ada kewenangan yang paling tepat yang harus dilakukan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Banten untuk menindaknya. "Yang saya tahu, baru Satpol PP dengan Dinas Lingkungan Hidup Lebak yang baru menindaknya. Sedangkan pihak Ditamben Banten belum pernah ada ke Cimanyangray," katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah pada Dinas Satpol PP Lebak Tati Suryati mengatakan, pihaknya sudah melakukan penertiban. Apabila lokasi penambangan emas tersebut beroperasi kembali, maka pihaknya menyetahkan proses selanjutnya ke Distamben Banten. "Informasi ini akan kami cari tahu kembali, sehingga kami tahu apakah aktifitas di lokasi penambangan emas tersebut sudah berhenti atau memang hidup kembali," kata Tati Suryati. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook