100 Bus Murni dan Asli Dicek Ulang

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 12 Juli 2019 - 15:12:17 WIB   |  dibaca: 240 kali
100 Bus Murni dan Asli Dicek Ulang

DIUJI KELAYAKAN : Petugas Dishub Pandeglang menguji kelayakan bus Murni, kemarin.

PANDEGLANG - Sedikitnya 100 bus milik perusahaan otobus (PO) Murni dan Asli menjalani pengujian kendaraan atau uji KIR di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Kementerian Perhubungan RI.

Tim Penguji Kendaraan Bermotor Dishub Pandeglang Rendhy Heryandhy menyebutkan, dari 100 unit bus yang mengajukan uji KIR, baru ada sekitar 12 kendaraan yang sudah dilakukan pengujian. Hasilnya, ada beberapa bus yang harus diperbaiki, seperti lampu rem tidak menyala dan ban tidak layak pakai.

"Bus yang belum diuji tinggal 89 unit lagi, mungkin hari ini (kemarin-red) bisa bertambah lagi. Bagi bus yang kami berikan catatan harus diperbaiki dulu, baru setelah itu lulus uji," kata Rendhy, ditemui di kantornya, Kamis (11/7).

Rendhy mengaku ketika melakukan uji KIR sering menemukan bus yang tidak layak jalan. Meski begitu, pihaknya selalu mengingatkan pengusaha bus untuk memperbaikinya terlebih dahulu sebelum dilakukan proses pengujian. "Memang ada saja satu, dua kendaraan yang ditemukan bermasalah, itu pun kita ingatkan untuk diperbaiki," ujarnya.

Rendy sudah mengimbau perusahaan bus untuk mempercepat proses pengujian kendaraan. Tujuannya, agar semua bus layak beroperasi. "Sudah kami ingatkan, karena kalau tidak dipercepat takut terjadi apa-apa di jalan raya. Pengujian kendaraan harus lebih diutamakan sebagai bentuk untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk penumpang," imbuhnya.

Rendy menjelaskan, uji KIR sudah menjadi bagian penting bagi semua kendaraan, baik bus maupun angkutan barang. "Setiap enam bulan sekali bus harus uji kir. Karena bus yang diuji itu kan yang kirnya sudah mati. Nanti kalau semua bus sudah diuji, pada Januari tahun depan nanti kirnya sudah mati dan akan diperpanjang lagi untuk diuji kembali," jelasnya.

Dihubungi melalui telepon selulernya, pengurus PO Asli Prima, Dedi Hasan mengakui jika bus yang dikelolanya sering dicap sebagai kendaraan yang ugal-ugalan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, perusahaan sudah memberi sanksi terhadap sejumlah awak bus yang bekerja di luar koridor perusahaan."Kalau soal ugal-ugalan itu hanya oknum karena kami tidak pernah memberlakukan aturan itu. Sudah banyak (sopir) yang kami skors, dan sebetulnya kami tidak menghendaki," kata Dedi.

Menurutnya, saat ini perusahaannya terus memperbaiki sisi manajemen. Bahkan, sejak awal Juli, perusahaan telah memberlakukan aturan karcis sesuai permintaan pemerintah. Awak bus juga terus dibina agar tidak melakukan kesalahan yang sama. "Kami sudah melaksanakan (evaluasi), sekarang pakai karcis dan efektif.

Soal evaluasi dari Kemenhub kami mendukung itu positif. Perubahan-perubahan sudah kami tindaklanjuti," klaimnya. Jika ada bus milik perusahaan yang menyalahi aturan lalu lintas, dia berjanji akan memberikan sanksi. "Kalau pun ada yang ugal-ugalan, sudah pasti ditindak. Masyarakat juga bisa melaporkan. Kan mobil ada nomor bodinya. Jangan sedikit-sedikit trayek dicabut karena banyak masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook