Edi Bayar PBB Rp2,3 Juta, Fakih Rp460 Ribu

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 12 Juli 2019 - 15:33:10 WIB   |  dibaca: 142 kali
Edi Bayar PBB Rp2,3 Juta, Fakih Rp460 Ribu

Bulan Panutan Paja k : Walikota Cilegon Edi Ariadi menunjukkan bukti pembayaran PBB dalam kegiatan Bulan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan yang digelar DPKAD Kota Cilegon di Joglo Hotel Sari Kuring Indah (SKI), Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (11/7).

CILEGON – Walikota Cilegon Edi Ariadi menyetorkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan (P2) sebesar Rp2.361.338 ke stand Bank Bjb dalam kegiatan Bulan Panutan Pajak yang digelar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon di Hotel Sari Kuring, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kamis (11/7).

Langkah Edi kemudian diikuti Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar yang menyetorkan PBB Rp460.230, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon Maman Mauludin, sejumlah camat, dan para lurah.“Yang saya bayar ini PPB 2019. Saya contohkan supaya yang lain mudah-mudahan juga bisa ikut,” katanya Edi kepada wartawan.

Saat ditanya berapa besar jumlah luas tanah dan bangunan, Edi enggan mengungkapkan, ia hanya menjawab tidak luas dan terletak di Kota Cilegon. Edi mengajak wajib pajak untuk taat membayar pajak sebelum jatuh tempo pada September mendatang. “Kami harap semua bisa taat pajak, khususnya pajak-pajak sejumlah perusahaan dan industri yang nilainya besar,” imbuhnya.

Kepala BPKAD Kota Cilegon Maman Mauludin menyatakan, pihaknya menargetkan penerimaan PBB P2 tahun ini mencapai Rp88,7 miliar. Target tersebut dinaikan sebesar Rp6,8 miliar dari realisasi penerimaan sebesar Rp81,9 miliar pada 2018. Maman optimistis target bisa tercapai. "Setiap tahunnya penerimaan PBB-P2 terus meningkat, pada 2017 penerimaan mencapai Rp77,7 miliar naik sebesar Rp4,2 miliar menjadi Rp81,9 pada 2018. Targetnya mencapai Rp88,7 miliar, semoga minimal 95 persennya bisa tercapai,” ungkapnya.

Maman menjelaskan, untuk bisa mencapai target itu, pihaknya akan memfokuskan penerimaan pajak PBB-P2 dari sektor perusahaan atau kategori buku 5, yaitu dengan pembayaran pajak di atas Rp5 juta sampai tak terhingga. “Kami itu fokus dengan buku 5, sebab jumlahnya diatas Rp5 juta dan cukup besar,” paparnya.

Corporate Secretary Manager PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tedi Setyadi yang mewakili perusahaan menerima piagam penghargaan kepatuhan wajib pajak mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan segala kewajiban yang disyaratkan oleh pemerintah. Salah satu bisnis PT KIEC adalah properti baik penyewaan lahan kawasan dan gudang industri, sehingga agar tidak bermasalah maka kewajiban dan ketentuan membayar pajak terus dilakukan. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook