5 Kabupaten/Kota Rawan Kekeringan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 12 Juli 2019 - 15:34:53 WIB   |  dibaca: 196 kali
5 Kabupaten/Kota Rawan Kekeringan

KEMARAU : Pengendara melintas di samping sawah yang mengalami kekeringan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten merilis lima kabupaten/kota di Banten masuk peta rawan bencana kekeringan. Bahkan, memasuki musim kemarau beberapa daerah melaporkan kekeringan telah terjadi di sejumlah kecamatan.

Informasi yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Provinsi Banten, dari lima daerah tersebut terdapat total 48 kecamatan yang masuk peta rawan kekeringan. Kabupaten Tangerang sebanyak tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Kresek, Kronjo, Mauk, Sepatan, Teluk Naga, Paku Haji dan Jayanti.

Kabupaten Serang sebanyak 12 kecamatan terdiri atas Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Carenang, Bandung, Kragilan, Binuang, Tunjung Teja, Cikeusal, Pamarayan, Cikande dan Kibin. Kabupaten Pandeglang sebanyak 14 kecamatan yaitu Kecamatan Panimbang, Angsana, Munjul, Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Mekarjaya, Sindangresmi, Cikedal, Carita, Cikeusik, Labuan, Cibaliung, dan Sumur.

Lalu di Kabupaten Lebak sebanyak 12 kecamatan yaitu Kecamatan Maja, Leuwidamar, Muncang, Sobang, Gunung Kencana, Banjarsari, Cihara, Bayah, Cibeber, Pangarangan, Malingping dan Cilograng. Terakhir di Kota Serang sebanyak tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Walantaka, Kasemen dan Taktakan.

Kepala Pusdalop BPBD Provinsi Banten Giman membenarkan, ada lima daerah di Banten yang masuk peta rawan kekeringan. “Kekeringan itu timbulnya nanti ke lahan kering, ke puso (gagal panen-red). Kalau berkepanjangan nanti otomatis rawan pangan jatuhnya,” ujarnya, Kamis (11/7).

Ia menuturkan, dari data terakhir yang masuk tiga daerah yakni Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak sudah memberikan laporan terjadinya kekeringan. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang terjadi di tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Cikeusik, Patia, Munjul, Picung. Angsana, Sobang dan Sukaresmi.“Selanjutnya di Kabupaten Pandeglang tujuh kecamatan, ada Kecamatan Cikeusik, Patia, Munjul, Picung, angsana, Sobang dan Sukaresmi,” katanya.

Terakhir di Kabupaten Serang terdapat tiga kecamatan, pertama di Kecamatan Tirtayasa di 13 desa yaitu Desa Tirtayasa, Sujung, Kebon, Alang-alang, Lontar, Susukan, Pontang, Kamanisan, Kebuyutan, Samporwadi, Puser, Laban dan Tengkurak. Ada 46.160 kepala keluarga (KK) dengan 69.762 jiwa.

“Kecamatan Pontang sembilan desa, ada Desa Domas, Singarajan, Linduk, Pontang, Wanayasa, Sukajaya, Pulokencana, Kelapian dan Kaserangan. Yang ketiga di Kecamatan Lebakwangi di Desa Pegandikan, yang terdampak 1.400 KK dengan 4.293 jiwa,” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Giman, terkait kondisi tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi baik Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan hingga Dinas Pertanian Provinsi Banten. Untuk saat ini, kekeringan yang terjadi masih bisa ditangani oleh pemerintah daerah masing-masing.“Kemarin saya konsultasi kesiapan kemarau panjang ini selain air bersih. kemarin juga sudah dibantu untuk pompa air supaya tidak puso. Ketika sudah tdiak mampu, sudah banyak (luasan daerah kekeringan) ada SK (surat keputusan) tanggap darurat, itu pun kalau perlu,”  tuturnya.

Prakirawan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang Trian Asmarahadi mengatakan, berdasarkan hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) hingga 30 Juni, terdapat potensi kekeringan meteorologis. “Teridentifikasi adanya potensi kekeringan. Untuk kategori siaga adalah telah mengalami HTH lebih dari 31 hari. Prakiraan hujan rentang di bawah 20 milimeter dalam 10 hari dengan peluang di atas 70 persen untuk wilayah Jakarta Utara dan Banten di Lebak, Pandeglang dan Tangerang,” tuturnya. (dewa) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook