20 Persen Warga Kota Serang Belum Sadar Imunisasi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 17 Juli 2019 - 14:57:26 WIB   |  dibaca: 55 kali
20 Persen Warga Kota Serang Belum Sadar Imunisasi

SEMINAR: Suasana seminar sehari imunisasi yang digelar Dinkes Kota Serang, di salah satu hotel, Selasa (16/7).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat 20 persen masyarakat Kota Serang belum sadar imunisasi lengkap. Dari enam kecamatan di Kota Serang, Kecamatan Kasemen adalah yang paling rendah.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, baru 80 persen warga Kota Serang yang sadar akan pentingnya imunisasi lengkap. Sementara 20 persen lainnya belum sadar imunisasi lengkap. Padahal, ada 7 penyakit yang bisa diantisipasi bila seorang anak diberikan imunisasi lengkap.

“Harapan saya masyarakat Kota Serang yang baru lahir sampai SD diimunisasi untuk menghindari penyakit yang dapat dicegah,” kata Syafrudin usai membuka seminar sehari imunisasi, di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, yang dihadiri kader posyandu di Kota Serang, Selasa (16/7).

Syafrudin menyatakan, setelah seminar sehari imunisasi ini diharapkan para kader posyandu bisa menyampaikan ke pentingnya imunisasi kepada masyarakat. Apalagi biasanya para kader ini sebulan sekali berkeliling ke masyarakat ke kampung-kampung.

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kota Serang M Ikbal membenarkan warga Kota Serang belum 100 persen melakukan imunisasi lengkap. Berdasarkan data, ada 20 persen yang belum melakukan imunisasi lengkap. Ia mengansumsikan 20 persen yang belum itu bisa saja karena melakukan imunisasi di fasilitas kesehatan di luar yang dikelola pemerintah daerah.
“Bisa saja mereka melakukan imunisasi di rumah sakit, klinik, atau ke dokter spesialis,” kata Ikbal.

Meski demikian, ia juga tidak menampik ada juga warga yang memang belum sadar akan pentingnya imunisasi lengkap pada anak. Warga yang rendah dalam imunisasi ini adalah warga di Kecamatan Kasemen. Padahal, bila sudah dilakukan imunisasi maka akan menambah kekebalan tubuh anak, sehingga tidak mudah terserang penyakit.“Tahun ini ada kasus difteri 1 kasus di Kalodran padahal kasus itu tidak harus terjadi kalau sudah imunisasi,” katanya.

Ikbal menyatakan, kader harus mampu memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang imunisasi, sehingga mereka mengerti dan kemudian akan berduyun-duyun datang ke puskesmas. Informasi lain yang harus disampaikan adalah bahwa imunisasi diberikan secara gratis tidak dipungut biaya apa pun. “Yang benar itu sebelum anak-anak ulang tahun yang pertama mereka sudah diberi imunisasi lengkap,” katanya.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Nurbaeti Sukmahati mengatakan seminar sehari imunisasi ini berguna untuk memperbarui pengetahuan kader tentang imunisasi. Ia mencontohkan misalnya bila sebelumnya imunisasi polio dilakukan dengan tetes saat ini ada yang dengan menggunakan suntik.

Ada juga pengetahuan agama yang berisi pernyataan bahwa imunisasi tidak haram. Pengetahuan-pengetahuan semacam ini penting dimiliki kader karema merekalah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.“Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi adalah penyakit bcg (tbc), difteri, fertusis (batuk rejan), polio, hepatitis, campak, dan tetanus,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook