RSUD Banten Bakal Dibangun 8 Lantai

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 17 Juli 2019 - 14:58:51 WIB   |  dibaca: 46 kali
RSUD Banten Bakal Dibangun 8 Lantai

SEGERA DIBANGUN: Salah seorang warga mengamati maket gedung RSUD Banten delapan lantai, yang dipajang di lobi lantai dua RSUD Banten, Kota Serang, Selasa (16/7).

SERANG- Pemprov Banten berencana melakukan penambahan fasilitas RSUD Banten berupa gedung setinggi delapan lantai. Agenda tersebut digulirkan sebagai upaya menjadikan RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan regional. Dari pembangunan tersebut diestimasikan akan menelan biaya sekitar Rp 150 miliar.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, RSUD Banten menjadi rumah sakit rujukan nasional merupakan program yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy. Tujuan utamanya adalah agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa optimal.“Tadi ada konsultan yang paparan lalu kita coba untuk menyesuaikan ke kultur-kultur Banten, kearifan lokal kita coba adobsi.

Sering saya katakan pemerintah hadir untuk mengcover agenda-agenda bagi kesehatan masyarakat. Itu konteks besar yang saya coba tunjukkan,” ujarnya usai melihat presentasi pembangunan RSUD Banten 8 lantai di ruang rapat RSUD Banten, Kota Serang, Selasa (16/7).

Mantan Ketua Ikatan Widyaiswara Indonesia itu menuturkan, dari desain awal sebenarnya gedung yang akan dibangun adalah berlantai 10. Akan tetapi gedung dengan konsep tersebut harus mengantongi izin dari pemerintah pusat. Atas segala pertimbangan, akhirnya pemprov memutuskan hanya akan membangun sampai delapan lantai.

Walau demikian, pemprov masih mengintip peluang gedung tetap dibangun 10 lantai. Hal itu akan ditentukan jika proses perizinan di pemerintah pusat tak memakan waktu yang terlalu lama. “Kalau memang kita bisa tidak bisa cepat dengan disain itu kita turunkan pada kewenangan kita jadi delapan (lantai). Lalu volumenya sedang kita hitung mau ditambahkan ke mana,” katanya.

Pelaksanaan rangkaian pembangunan gedung delapan lantai itu sendiri, kata dia, sudah dilakukan mulai tahun kemarin berupa pembebasan lahan. Sementara untuk pembangunan fisik gedung ditargetkan digarap pada 2020 mendatang.“Ini sudah berprogres, kemarin dalam tahapan pembebasan lahan, kita akan sesegera masuk untuk masuk ke agenda fisik. Prediksi maksimalnya itu di 2020 ya. Itu yang akan kita maksimalkan dari pembangunan fisiknya, tapi di sekarang sudah desain dan seterusnya sudah kita mulai,” ungkapnya.

Disinggung soal estimasi anggaran yang dibutuhkan, Al Muktabar mengaku hingga kini masih terus menghitungnya. Meski demikian, perkiraan awal proyek tersebut akan memakan biaya sekitar Rp150 miliar.“Sedang kita siapkan sekarang ya karena dihitung ulang dengan kekinian (harga terbaru). Mungkin ya kalau saya kemarin mencoba (menghitung) di atas Rp150 (miliar),” tuturnya.

Pria kelahiran 12 Juni 1965 itu meyakini, melalui pembangunan tersebut maka semua fasilitas sebagai rumah sakit rujukan regional bisa seluruhnya tersedia. “Bicara volume karena standar itu ada aturannya. Dengan segala aturan standar kementerian kesehatan kan sudah dengan segala standarnya. Jadi kita memenuhi standar itu sebenarnya,” ujarnya.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten Drajat Ahmad Saputra mengatakan, RSUD Banten sebagai rumah sakit tujukan regional merupakan amanat rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Banten 2017-2022. Jika 2022 target sudah harus tercapai maka pembangunan fisik selambat-lambatnya harus sudah dikerjakan pada 2020.

Oleh karenanya, pihaknya akan mencoba memasukan program penyusunan detail engineering design (DED) pada Perubahan APBD 2019.“Sebelumnya harus menjadi rumah sakit pendidikan dulu. Berarti kalau 2022 rujukan regional misalnya, menjadi (rumah sakit) pendidikan di 2021. Sementara membangun itu kurang lebih paling cepat dua tahun. Berarti idealnya 2020 itu sudah mulai. Kita punya waktu efektif dua tahun,” paparnya.

Dengan dibangunnya gedung delapan lantai maka akan ada sejumlah penambahan fasilitas yang saat ini belum ada. Salah satunya adalah chemotherapy dan rehabilitasi medik serta penanganan kasus kelainan darah yang selama ini masih dirujuk ke rumah sakit lain.  

“Di gedung 8 delapan lantai paling tidak ya 200-300 tempat tidur pasien. Harapannya total (RSUD Banten) memiliki 400 atau 500. Lalu fasilitas pendidikan mahasiswa kedokteran bukan hanya FK (Fakultas Kedokteran) Untirta saja tapi seluruh FT yang berninat bergabung untuk kerja sama,” katanya.

Di tempat yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Banten Susi Badrayanti mengungkapkan, pembangunan gedung hingga 10 lantai merupakan program yang sudah digagas sejak 2016. Rencana itu kini dimatangkan agar bisa segera direalisasikan.“Sekarang kami panggil lagi konsultannya mungkin dengan aturan yang baru. Kalau di atas delapan lantai harus izin khusus dari kementerian. Kami sudah membicarakannya, kita akan mendirikan delapan lantai,” ujarnya.

Soal letak persis gedung delapan lantai, diakuinya hingga saat ini masih terus dibahas. Pihaknya ingin lokasi gedung sestrategis mungkin agar opersionalnya bisa maksimal.  “Kami sedang membicarakan tempatnya yang startegisnya sebelah mana, memang belum putus buat tempatnya. Kebetulan kami ada penambahan lahan tahun kemarin lahan dua hektare dan pengembangan lahan ke belakang (area RSUD Banten) dua hektare,” jelasnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook