Kekeringan Diklaim Masih Teratasi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 17 Juli 2019 - 15:11:41 WIB   |  dibaca: 105 kali
Kekeringan Diklaim Masih Teratasi

TANAH RETAK: Pengendara motor melintas di samping sawah yang mengalami kekeringan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG- Meski sejumlah daerah dilaporkan terkena bencana kekeringan namun kondisi tersebut diklaim masih dalam kategori bisa diatasi. Sebab, cakupan kekeringan di kabupaten/kota belum terlalu luas.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Giman mengatakan, memasuki musim kemarau pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Peralihan musim tersebut harus diantisipasi lantaran sejumlah daerah sudah mengalami kekeringan meski masih bisa diatasi.“Dari kabupaten baru beberapa desa tapi sudah bisa ditangani, masih diatasi kabupaten,” ujarnya, kemarin.

Ia menuturkan, selain lahan pertanian, kekeringan juga berdampak pada kebutuhan masyarakat akan air bersih. Lantaran cakupannya belum terlalu luas, hal itu juga bisa diatasi pemerintah kabupaten/kota.“Keluhan soal (ketersediaan) air bersih, kalau penyaluran air bersih di Pandeglang Lebak punya tangki. Jadi masih diatasi pihak pemerintah kabupaten/desa, (yang terdampak) baru beberapa desa,” katanya.

Kekeringan juga, kata dia, terjadi pada lahan pertanian di sejumlah kabupaten/kota. Terkait hal tersebut BPBD telah berkoordinasi dengan dinas pertanian (distan) terkait penanganan agar lahan tidak mengalami gagal panen.

Hal serupa juga dilakukan pada dinas ketahanan pangan (DKP) dan dinas soial (dinsos) terkait kemungkinan adalah krisis pangan akibat kekeringan.“Kalau kekurangan pangan nanti dinas sosial ada (program penanganan), dinas ketahanan pangan juga ada, beras di Bulog,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, memasuki musim kemarau pihaknya terus melakukan pemantaun terhadap lahan pertanian. Hasilnya, didapati lahan yang mengalami kekeringan bertambah dibanding awal Juli lalu seluas 9.843 hektare. “Kekeringan sekarang total ada 10.662 hektare,” tuturnya.

Ia merinci, kekeringan tersebut terjadi di enam daerah. Kabupaten Pandeglang seluas 9.019 hektare dengan kategori kekeringan ringan 5.403 haktare, sedang 3.321 hektare, berat 295 hektare. Kabupaten Lebak 891 hektare dengan kategori ringan 659 dan sedang 232 haktere.

Kemudian Kabupaten Tangerang 97 hektare yang seluruhnya berstatus ringan. Kabupaten Serang 619 hektare dengan kategori ringan 368 hektare, sedang 235 hektare dan berat 16 hektare. Berikutnya Kota Cilegon 9 hektare dengan status ringan serta Kota Serang 27 hektare yang berstatus ringan.“Kalau pantauan kami untuk yang meluas di Pandeglang sudah menyentuh angka 9.019 (hektare). Kalau yang lain sangat moderat seperti Lebak di bawah seribu hektare. Sampai sekarang belum ada yang dilaporkan puso (gagal panen),” ujarnya.

Agar kondisi lahan tak semakin parah, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan bantuan pompanisasi. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi lahan pertanian yang tak jauh dari sumber air seperti aliran sungai.

Selanjutnya, dinas pertanian mendorong agar para petani untuk ikut dalam program asuransi usaha tanaman padi (AUTP). “Itu preminya hanya Rp 36.000 per hektare per musim. Kalau terjadi kegagalan panen akibat kemarau, banjir, longsor tsunami mendapat asurani, satu hektare Rp 6 juta,” jelasnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook