70 Hektar Jagung Diserang Hama Baru

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 17 Juli 2019 - 15:17:02 WIB   |  dibaca: 113 kali
70 Hektar Jagung Diserang Hama Baru

DISERANG HAMA : Zaldi Dhuhana meninjau tanaman jagung di Kecamatan Baros, belum lama ini.

SERANG – Seluas 70 hektar jagung di Kabupaten Serang diserang hama jenis baru yakni ulat spodoptera frugiperda. Ulat yang semula merusak tanaman jagung di Kecamatan Anyer tersebut sekarang sudah menyebar ke kecamatan lain seperti di Kecamatan Pamarayan, Petir, Kopo, dan Kecamatan Baros. Bahkan, hama tersebut sudah menyebar ke daerah lain seperti di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, pihaknya bersama para petani terus melakukan pengendalian secara masif terhadap sebaran ulat spodoptera frugiperda tersebut. “Kita terus melakukan pengendalian cuman di kios-kios di Banten belum ada bahan aktif yang khusus untuk membasmi ulat spodoptera frugiperda ini,” kata Zaldi, Selasa (16/7).

Untuk mendapatkan zat aktif tersebut, para petani harus membelinya ke toko-toko online karena belum banyak perusahaan pestisida yang memproduksi bahan aktif tersebut. “Kalau sekarang sebarannya hampir di semua kecamatan tapi masih terkendali, bahkan sudah nyebrang ke kabupaten lain seperti Lebak dan Pandeglang. Kalau di kita sudah ada di Kopo, Pamarayan, Petir, dan Baros. Awalnya kan hanya di Anyer,” ujarnya.

Ia menduga, ulat spodoptera frugiperda tersebut imago atau kupu-kupunya terbawa oleh kendaraan yang membawa jagung dari Sumatera Barat dan juga dari jagung impor. “Kalau serangan masih di 70 hektar, ada yang ringan ada juga yang berat. Dari yang terserang itu masih ada yang bisa dipanen. Yang jelas kita terus berupaya agar ulat ini tidak terus meluas,” paparnya.

Disoal terkait dengan produktivitas jagung pada tahun ini, Zaldi mengungkapkan, mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun 2018 lalu. “Kalau dulu kan sekitar 3 sampai 4 ton per hektar produktivitasnya, sekarang bisa mecapai 5 sampai 7 ton per hektar. Dulu petani kesulitan untuk menjual, sekarang dengan adanya keterbukaan informasi dari pabrik pakan, akhirnya mereka berusaha meningkatkan produksinya,” tuturnya.

Sampai dengan pertengahan tahun ini, tanaman jagung telah mencapai 1.000 hektar dari target Kementerian Pertanian seluas 3.000 hektar. “Masih jauh dari target karena terjadi kekeringan di beberapa kecamatan. Kita optimis pas nanti masuk musim hujan antara September-Oktober target 3.000 hektar bisa tercapai,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook