Umrah Jadi Modus Keberangkatan TKI Ilegal

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 17 Juli 2019 - 15:20:00 WIB   |  dibaca: 104 kali
Umrah Jadi Modus Keberangkatan TKI Ilegal

SOSIALISASI: Para kepala desa se-Kecamatan Kramatwatu dan tokoh masyarakat mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan TKI Nonprosedural, Selasa (16/7).

SERANG – Maraknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Banten termasuk Kabupaten Serang ilegal atau nonprosedural yang bekerja di Timur Tengah (Timteng) menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, jumlah TKI nonprosedural terus bertambah walaupun saat ini moratorium untuk bekerja di Timteng belum dicabut. Berbagai modus keberangkatan dilakukan para calon TKI, salah satunya melalui ibadah umrah.

Kabid Penempatan dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Indra Gumelar memastikan, jumlah TKI nonprosedural yang saat ini bekerja di Timteng jumlahnya melebihi TKI yang legal. “Jumlah TKI non prosedural itu satu berbanding tiga,” kata Indra saat menggelar sosialisasi Pelayanan Satgas Pencegahan TKI Nonprosedural di Kecamatan Kramatwatu, Selasa (16/7).

Ia mengungkapkan, banyaknya dugaan TKI ilegal tersebut terlihat dari data transaksi pemasukan dana dari luar negeri ke Banten yang ada di Bank Indonesia yang mencapai sekitar Rp3,5 triliun. “Jadi uang yang dikirim dari luar negeri ke keluarga yang ada di Banten ini cukup luar biasa, jumlah transaksi itu tidak sebanding dengan jumlah TKI yang tercatat di disnaker yang hanya 73.000 selama enam tahun terakhir,” ujarnya.

Indra menuturkan, banyak TKI asal Banten yang berhasil di Arab Saudi namun juga banyak yang tidak beruntung terutama mereka yang nonprosedural. “Yang nonprosedural ini modus keberangkatannya dia lakukan ibadah umrah tapi tidak kembali lagi. Yang membawa bukan perusahaan atau sponsor saja tapi keluarga sekitar yang bekerja di sana (Timteng-red) dan mereka yang menempatkan,” paparnya.

Adapun sosialisasi sendiri dilakukan sebagai pencegahan agar TKI nonprosedural di Provinsi Banten termasuk di Kabupaten Serang terus berkurang, bahkan tidak ada lagi. “Sosialisasi kepada masyarakat rutin digelar setiap tahun, kebetulan sekarang lokusnya di Kecamatan Kramatwatu. Untuk lumbuh TKI di Kabupaten Serang selain Serang utara ada Padarincang dan sebagian di Bojonegara,” tuturnya.

Camat Kramatwatu Wawan Setiawan mengapresiasi kegiatan pencegahan TKI nonprosedural yang digelar Disnakertrans Provinsi Banten tersebut. “Untuk di Kramatwatu ada seperti di Desa Lebak Wana dan Desa Teluk Terate tapi jumlahnya tidak begitu signifikan. Kegiatan sosialisasi ini akan kami tindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi ke kampung-kampung sehingga tidak ada TKI nonprosedural di Kabupaten Serang,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook