Jemaah Haji Tertua Kota Serang Berusia 100 Tahun

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 17 Juli 2019 - 15:33:53 WIB   |  dibaca: 180 kali
Jemaah Haji Tertua Kota Serang Berusia 100 Tahun

MASIH SEMANGAT : Maryam membantu ayahnya Sarani Ahyar Asir mempersiapkan peralatan untuk beribadah haji di rumahnya, Selasa (16/7). Sarani menjual tanah warisan untuk biaya haji.

SERANG - Sarani Ahyar Asir, warga Lingkungan Benda Bogeg RT 2 RW 3, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, menjadi jemaah haji tertua di Kota Serang. Usianya mencapai 100 tahun lebih.

Maryam, anak kesembilan Sarani, mengatakan usia ayahnya itu berkisar di atas 100 tahun. Sebab ayahnya lahir pada tahun 1920-an. Namun karena tidak ada bukti otentik mengenai usia ayahnya itu, maka saat membuat KTP elektronik usia ayahnya “ditembak” lahir pada 7 Oktober 1928.

Sehingga bila berpegang pada usia di KTP elektronik itu tahun ini usianya hanya 91 tahun. Bila membandingkan dengan usia jemaah haji lain, usia 91 tahun pun adalah yang tertua karena jemaah lain paling tua hanya 90 tahun.“Padahal, sebenarnya umur abah 100 tahun lebih,” kata Maryam, Selasa (16/7).

Maryam mengatakan sebagaimana umumnya orang tua yang sudah sepuh, tidak ada yang peduli pada tanggal lahir. Apalagi saat lahir ayahnya sedang masa penjajahan Belanda. Saat ini kawan-kawan ayahnya di kampung sudah meninggal dunia. Bahkan saudara-saudara ayahnya sudah meninggal dunia seluruhnya.

Sarani yang ditemui di rumahnya mengatakan saat ia kecil ia masih ingat saat itu merupakan masa penjajahan Belanda. Setelah Belanda menyerah ia juga ingat pernah hidup pada masa penjajahan Jepang. Saat masa penjajahan Belanda ia mengatakan saat itu adalah saat-saat yang sulit. Semua oang tidak memiliki pakaian yang bagus seperti saat ini. Sekadar celana pun harus mengenakan karung goni yang biasa digunakan sebagai karung kacang di pasar tradisional.

Sarani memiliki 12 anak tetapi yang sampai saat ini masih hidup hanya 10 orang. Dari 10 anak itu ia memiliki 42 cucu dan 18 cicit. Bahkan tahun ini jumlah cucunya akan bertambah dua orang karena kedua anaknya tengah hamil tua.

Sarani masuk ke dalam kloter 25 JKG dan akan berangkat bersama dengan 384 jemaah haji lainnya di Kota Serang. Kloter 25 JKG adalah kloter pertama di Kota Serang yang akan berangkat menuju Tanah Suci. Pemberangkatan jemaah haji di Kota Serang akan dilakukan di Pusat Pemerintahan Kota Serang di Kota Serang Baru yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah Sarani.

Sarani mengaku mendaftar haji tahun 2015 tetapi keberangkatannya dipercepat oleh pemerintah karena usianya yang sudah lanjut. Istrinya Sarah yang berusia 79 tahun tidak mau didaftarkan haji kala itu karena memiliki penyakit komplikasi dan khawair hanya akan menjadi beban saat berada di Tanah Suci nanti.

Ia mengaku uang untuk biaya haji didapatkan dari hasil menjual tanah warisan orang tuanya. Keinginan berangkat haji itu baru datang saat usianya sudah senja seperti sekarang. Adapun niatnya melaksanakan haji adalah untuk menunaikan Rukun Islam.“Pengen ngejangkepaken rukun (melengkapi Rukun Islam-red),” katanya dalam bahasa Jawa Serang.

Meski usianya sudah sangat tua Sarani mengaku masih kuat untuk nyangkul di sawah. Ia mengaku tidak pernah sakit parah sampai harus ke rumah sakit. Ia hanya sekali ke rumah sakit saat operasi mata katarak.

Maryam mengatakan sebagai anak ia hanya bisa mendukung keinginan ayahnya untuk berhaji. Maka, yang mendaftarkan ke bank dan mengurus dokumen-dokumen adalah ia sendiri karena ayahnya buta huruf. Terkait usia ayahnya yang sudah sepuh, Maryam mengaku keluarga sudah pasrah kepada Allah SWT dan menyerahkan ayahnya kepada pendamping di regu dan ketua rombongan. Namun ia dan keluarga berdoa agar ayahnya berhaji secara sempurna dan pulang dengan selamat. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook