7.000 Ton Batu Bara Tumpah ke Laut Selatan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 17 Juli 2019 - 15:48:03 WIB   |  dibaca: 152 kali
7.000 Ton Batu Bara Tumpah ke Laut Selatan

KARAM : Kapal tongkang yang mengangkut batu bara karam di Perairan Selatan Pandeglang, kemarin. Seluruh muatan tumpah ke laut.

SERANG - Kapal tongkang Nautika 25 yang mengangkut 7.000 ton batubara yang hendak menuju menuju PLTU Labuan dari Perairan Merak, karam di pesisir Pantai Cicadas, Desa Batu Hideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang setelah dihantam gelombang tinggi, Minggu (16/7) sekitar pukul 12.30.  Akibatnya, seluruh muatan batu bara tumpah ke laut.

Karamnya kapal tongkang berawal dari adanya informasi yang sampai kepada awak kapal tugboat Alfine Marine 19 yang sedang berlabuh di Perairan Merak bahwa tongkang Nautika 25 terdampar di perairan Pandeglang.  Alfina Marine 19 kemudian menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Namun saat menarik Nautika 25, tali yang dipasang Alfina Marine 19 putus akibat terhempas angin dan ombak besar. Akibatnya tongkang yang membawa 7.000 ton batubara tersebut karam dan menumpahkan seluruh isinya.

Untungnya kapal Alfine Marine 25 tidak ikut karam dan 10 orang kru kapal berhasil diselamatkan. Hingga saat ini, kapal tersebut sudah di evakuasi ke Pulau Deli, Pandeglang, dan menunggu arus laut Pantai Selatan kembali bersahabat. Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono membenarkan peristiwa kecelakaan laut di Pantai Selatan, Kabupaten Pandeglang."Dia mau ke PLTU, karena ombaknya besar karena angin selatan kena ombak terguling. Isi batubara tumpah," katanya, Selasa (16/7).

Indra khawatir batu bara yang tumpah akan mencemari laut dan merusak ekosistem di sana. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang untuk mengecek langsung ke lokasi."Kita sudah koordinasi dengan DLH Pandeglang untuk melakukan pengkajian dampak tumpahnya batubara di sana dan penanganannya harus seperti apa," ujarnya.

Kasubdit Penegakkan Hukum (Gakkum) Ditpolair Polda Banten AKBP Noman Trisapto mengatakan, karamnya kapal tongkang di Perairan Pandeglang sudah ditangani oleh Polair Polres Pandeglang. "Coba langsung ke Polair Pandeglang," katanya.

Kasat Polair Polres Pandeglang Iptu David Adhi Kusuma mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan investigasi penyebab kecelakaan apakah faktor human error atau dampak alam. "Kita masih menunggu dari pihak pemilik kapal dan nakhoda belum mau datang ke kantor, kita sudah panggil dari hari Senin kemarin," katanya.

Menurut David, kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap 10 kru kapal. Namun keterangan yang diperoleh belum bisa dimasukan dalam laporan. Rencananya, pihaknya akan menjemput langsung pemilik kapal tersebut. "Sudah saya perintahkan ke anggota untuk menjemput langsung pihak perusahaan dan nakhoda kapalnya," ujarnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook