Tiap Hari, Siswa Lewati Jembatan Rusak

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 18 Juli 2019 - 12:29:18 WIB   |  dibaca: 247 kali
Tiap Hari, Siswa Lewati Jembatan Rusak

MEMPRIHATINKAN : Sejumlah siswa SMPN 4 Cigeulis melintasi jembatan gantung Dukuhandap yang rusak parah, Rabu (17/7).

PANDEGLANG – Puluhan pelajar SMPN 4 Cigeulis yang berasal dari Kampung Dukuhandap dan Pamatang Kalong, Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, harus bertaruh nyawa saat berangkat dan pulang sekolah. Penyebabnya karena jembatan penghubung yang berlokasi di Dukuhandap kondisinya rusak parah dan oleh penyeberang sering dinamai jembatan sirotol mustakim kw 2.

Salah seorang guru SMPN 4 Cigeulis Agus Munir Agm menceritakan, untuk sampai ke sekolah tempat ia mengajar, guru dan siswa harus melewati jembatan gantung Dukuhandap yang sudah rapuh. Tidak hanya pelajar kata Agus, warga pun terpaksa melewati jembatan tersebut saat beraktivitas dan mengangkut hasil pertanian.

Karena kerusakannya parah dan membahayakan, Agus dan siswa yang sering melintas mengibaratkan jembatan gantung tersebut seperti jembatan Sirotol Mustakim kw 2. “Karena saking berbahayanya bagi siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah. Makanya kami sering membayangkan jembatan ini seperti jembatan Sirotol Mustakim kwalitas 2,” katanya berseloroh, kemarin.

Dikatakan Agus, jembatan Dukuhandap menghubungkan antara Kampung Dukuhandap dan Pamatang Kalong yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu. Semenjak ia bertugas lima tahun lalu, hingga saat ini jembatan gantung belum pernah tersentuh pembangunan atau rehab.

”Masyarakat Batuhideung khususnya Kampung Pamatang Kalong berharap kepada pemerintah agar secepatnya tanggap terhadap kondisi ini. Kami khawatir sekali suatu waktu jembatan ambruk dan menimbulkan korban,” jelasnya.

Sebelum diwawancarai, Agus terlebih dulu mengunggah kondisi Jembatan Dukuhandap di akun media sosial facebook. Dalam akunnya Agus menulis “berita viral honorer tinggal di WC sudah direspons sama bupati dan akan segera ditindaklanjuti. bahkan cenah nyarekanan sagala kana (katanya sambil memarahi) camat.

Lamun kondisi sarana transportasi budak sakola daerah pakidulan/terpencil siga kieu saumpama dispiralkeun bakal nyampe moal nyah kana bupati terus ditindaklanjuti jeung ngamuk kana camat?! (Kalau kondisi sarana transportasi siswa sekolah di daerah terpencil seperti ini misalnya diviralkan, sampai tidak ke Bupati, lalu ditindaklanjuti, dan marah-marah ke Camat)” tulis Agus.

Ada banyak komentar nettizen terhadap jembatan Dukuhandap  Agus yang diposting Agus. Akun Fiqrie Jibriel misalnya berkomentar “jaman kuda ngegel beusi (jaman kuda gigit besi) coba sekali-kali pejabat disuruh gigit besi biasaya bawa kuda mewah hasil keringat rakyat jelata”.

Akun Abby Maman Hidayat Arya berkomentar “coba atuh ayakeun auden dengan Bupati... masukin Suratnya ke Sekpri na (Sekpri bupati).. tah eta kesempatan kangge mengungkapkan permaslahn sosial dibawah. Harus ada aksi yang konkrit. Saya yakin kok Bupti akan respon terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat,” tulisnya. (muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook