Dua Terdakwa Korupsi Bapelkes KS Dituntut Berbeda

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 18 Juli 2019 - 14:09:09 WIB   |  dibaca: 172 kali
Dua Terdakwa Korupsi Bapelkes KS Dituntut Berbeda

DITUNTUT: Kedua terdakwa korupsi Bapelkes KS, Herman Husodo dan Triono, mendengarkan pembacaan tuntutan yang dibacakan secara terpisah oleh JPU di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, kemarin.

SERANG- Dua terdakwa kasus dugaan korupsi di Yayasan Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) Krakatau Steel (KS), yaitu Ketua Bapelkes Herman Husodo dan Manager Investasi Bapelkes Triono dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa Herman dituntut 10 tahun penjara, sedangkan Triono dituntut 12 tahun penjara. Hal itu terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, Rabu (17/7).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hosianna Mariani Sidabalok, JPU menilai kedua terdakwa (Herman Husodo dan Triono) terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama. Tindakan mereka telah merugikan uang negara sebesar Rp 118 miliar.

"Terdakwa terbukti melanggar dakwaan primer pasal 2 ayat 1, jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, jo pasal 66 ayat 1 KUHP," kata JPU Kejati Banten yang dibacakan Erlangga Jayanegara.

Erlangga menjelaskan, JPU menuntut Herman Husodo selama 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp 300 juta dan sudah dititipkan ke Kejati Banten."Hal yang memberatkan yaitu perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Terdakwa menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan. Hal yang meringankan, terdakwa berbuat sopan dalam persidangan, terdakwa menyesali perbuatan dan memiliki tanggungan keluarga," kata JPU Kejati Banten yang dibacakan Erlangga Jayanegara.

Sedangkan terdakwa Triono dituntut 12 tahun penjara, dan terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 500 juta. Apabila tidak dibayar, diganti dengan kurungan penjara selama 5 bulan. Untuk Triono, JPU tidak membebankan uang pengganti.

"Hal yang memberatkan yaitu perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, terdakwa menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan dan terdakwa berperan aktif dalam terjadinya tindak pidana korupsi. Hal yang meringankan, terdakwa berbuat sopan dalam persidangan, terdakwa menyesali perbuatan dan memiliki tanggungan keluarga," jelasnya.

Lebih lanjut Erlangga menambahkan, berdasarkan fakta persidangan terdakwa Herman Husodo bersama Triono, Ryan Anthoni (Dirut PT Novagro Indonesia dan Dirut PT Lintasan Global Nusantara), juga Andy Gouw (Direktur PT Bahari Megamas) melakukan investasi yang tidak diatur dalam arahan investasi Yayasan Bapelkes KS.

Terdakwa Herman tidak melakukan kajian terhadap pelaksanaan investasi dan tidak sesuai dengan persyaratan dalam arahan investasi yang diatur dalam pasal 28 ayat 2 huruf c undang-undang nomor 16 tahun  2001 tentang yayasan Jo undang-undang nomor 28 tahun 2004 tentang perubahan undang-undang nomor 16 tahun 2001 tentang yayasan.

Investasi antara Yayasan Bapelkes KS dengan PT Novagro Indonesia, dan PT LGN, telah memperkaya terdakwa Herman Husodo sebesar Rp 90 juta atau 10 persen dari nilai saham PT LGN dan uang tunai Rp 30 juta. Terdakwa juga dituding telah memperkaya Triono Rp 160 juta atau 10 persen dari nilai saham PT LGN dan uang tunai Rp 100 juta.

Dalam kasus itu, terdakwa Herman juga telah memperkaya Ryan Anthoni selaku Direktur Utama PT Novagro sebesar Rp 64 miliar, memperkaya Direktur PT LGN Budi Santoso sebesar Rp 14 miliar, memperkaya Eka Wahyu Kasih selaku Direktur Kasih Industri Indonesia sebesar Rp 13 miliar, dan memperkaya Andy Gouw selaku Direktur PT Bahari Megamas sebesar Rp 1,5 miliar.

Selain itu, Yayasan Bapelkes KS juga melakukan kerjasama investasi dengan PT Bahari Megmas, terdakwa Herman Husodo telah memperkaya Andy Gouw sebesar Rp 1 miliar, Ryan Antony sebesar Rp 10,5 miliar dan Budi Santoso sebesar Rp 13,4 miliar.

Berdasarkan hasil audit negara BPKP Banten 2 Juni 2017 mengakibatkan kerugian negara dalam penggunaan dana prokespen karyawan PT KS pada Yayasan Bapelkes KS tahun 2013-2014 senilai Rp 91 miliar, dan berdasarkan audit BPKP Banten 27 Desember 2017 dalam penggunaan dana prokespen karyawan PT KS pada Yayasan Bapelkes KS 2013-2014 yang digunakan untuk KSO antara Bapelkes dan PT Bahari Megamas menyebabkan kerugian sekitar Rp 25 miliar, dengan total kerugian negara Rp118 miliar.

Atas tuntutan tersebut, Ketua Bapelkes KS Herman Husodo dan manager investasi Bapelkes KS Triono mengajukan pembelaan secara tertulis kepada majelis hakim dan sidang akan dilanjutkan pada Jumat (19/7) mendatang. "Kami mengajukan pledoi, secara terrulis," kata Herman dan Triono kepada majelis hakim. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook