Marak Bangunan Liar, Pemkot Cuek

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 18 Juli 2019 - 14:25:09 WIB   |  dibaca: 126 kali
Marak Bangunan Liar, Pemkot Cuek

MELANGGAR: Salah satu bangunan liar yang berdiri di atas saluran irigasi di Calung, Kelurahan Kota Baru, Rabu (17/7).

SERANG- Bangunan liar yang berada di atas saluran irigasi di daerah Calung, Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, tampak semakin banyak yang permanen. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang seperti membiarkan (cuek) bangunan-bangunan liar ini, sehingga semakin banyak dan menjadi permanen.

Pantauan Banten Raya di Calung, ada lebih dari tiga bangunan yang berdiri di atas saluran irigasi. Bangunan-bangunan itu ada yang semi permanen terbuat dari kayu tetapi ada juga yang sudah permanen menggunakan semen dan bata.

Akibat bangunan-bangunan itu, sampah yang terbawa saluran irigasi kerap tersangkut, sehingga menyebabkan sampah menumpuk. Saat air irigasi kering, maka sampah akan menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat.

Kepala Satpol PP Kota Serang Tubagus Yassin mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan daerah nomor 10 tahun 2010 tentang K3 tidak boleh ada bangunan yang didirikan di atas saluran irigasi, ruang terbuka hijau, dan trotoar. Karena itu, bangunan-bangunan yang ada di atas saluran irigasi Calung seluruhnya sudah melanggar aturan.“Enggak boleh itu ada bangunan di atas irigasi,” kata Yassin, Rabu (17/7).

Yassin mengungkapkan, sepengetahuannya ada sekitar 5-6 bangunan liar yang berdiri di atas saluran irigasi Calung. Namun agar data yang ada valid dan sesuai dengan realitas di lapangan, maka pihaknya akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Pendataan dilakukan berbarengan dengan penyerahan surat teguran kepada pemilik bangunan yang berisi agar mereka membongkar sendiri bangunan-bangunan yang melanggar aturan tersebut.

Menurut Yassin, perlu kehati-hatian dan langkah-langkah dalam menertibkan bangunan-bangunan liar tersebut. Sebab bila salah langkah maka akan menimbulkan gesekan. Karena itu langkah pertama yang akan dilakukan adalah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali. Bila tidak mengindahkan baru kemudian akan dilakukan tindakan langsung.
“Insya Allah kita benahi pelan-pelan. Minggu depan akan ada teguran,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook