Kantor LSM UMI Digeruduk Warga

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 18 Juli 2019 - 14:27:40 WIB   |  dibaca: 185 kali
Kantor LSM UMI Digeruduk Warga

PROTES : Ratusan warga mencoba merangsek masuk ke kantor LSM UMI yang mendapat pengawalan dari anggota Polri dan TNI, Rabu (17/7) dini hari.

KAB. TANGERANG - Ratusan warga Kecamatan Solear mendatangi kantor Lembaga Swadaya Masyarakat Universal Monitoring Indonesia (LSM UMI) di Perumahan Koperasi Guru Cisoka (PKGC), Blok D Nomor 89, Desa Pasanggrahan,Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/7). Kedatangan mereka untuk meminta pengurus LSM UMI meninggalkan lokasi tersebut.

Pantauan wartawan, warga mendatangi kantor LSM itu sekitar pukul 00.30 WIB. Aksi masa sempat memanas saat pengurus LSM UMI memilih bertahan di kantornya. Upaya masa untuk merangsek masuk bisa ditahan oleh puluhan anggota Polri dan TNI.

Kapolsek Cisoka, Uka Subakti menjelaskan, aksi spontan ratusan masa yang dipicu oleh penolakan warga atas keberadaan LSM UMI di PKGC tidak menimbulkan bentrokan. Pihaknya dibantu anggota TNI Koramil Cisoka bisa mengedalikan stituasi. “Warga merasa resah dengan LSM UMI. Makanya, warga yang berjumlah sekitar 100 orang minta agar pengurus LSM UMI pergi,” jelas Uka kepada wartawan saat ditemui di Polsek Cisoka.

Menurut Uka, berdasarkan hasil musyawarah antara perwakilan warga dan pengurus LSM UMI yang difasilitasi pihak Kepolisian dan TNI. Sekitar pukul 01.00 WIB, diputuskan pengurus LSM UMI bersedia meninggalkan kantor.

Namun demikian, pengurus LSM UMI belum bisa memutuskan pindah atau tidak kantor LSM UMI karena menunggu ketua mereka. “Pengurus LSM UMI bersedia malam itu pergi. Dengan catatan, mereka akan musyawarah kembali dengan Ketuanya untuk memutuskan pindah atau tidak kantornya,” tuturnya.

Uka menambahkan, setelah digelar musyawarah ratusan warga pada malam itu langsung membubarkan diri. Namun untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya masih menempatkan beberapa anggota Polri untuk menjaga Kantor LSM UMI. “Dalam kesempatan ini, saya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pasanggrahan, Madrais mengatakan, pihaknya bersama Polri dan TNI terus mengupaya musyawarah antara warga dan pengurus LSM UMI untuk menemukan jalan keluar. Untuk sementara, musyawarah belum menemukan titik temu karena tuntutan warga yang meminta Kantor LSM UMI pidah belum ditanggapi oleh pengurus LSM UMI. “Kami dibantu Polri dan TNI akan terus mengupayakan musyawarah untuk mencari solusinya,” katanya.

Madrais menambahkan, berdasarkan tuntutan, awalnya warga tidak keberatan dengan adanya Kantor LSM UM di lingkungannya. Namun penolakan itu timbul setelah terjadi komunikasi yang terhambat antara warga dan pengurus LSM UMI. “Makanya, misskomunikasi antara warga dan pengurus LSM UMI hanya bisa diselesaikan dengan musyawarah. Saya yakin dengan musyawarah, segala sesuatu bisa menemukan jalan keluarnya,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook