301 Koperasi Gulung Tikar

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 18 Juli 2019 - 14:29:36 WIB   |  dibaca: 149 kali
301 Koperasi Gulung Tikar

SAMBUTAN: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memaparkan pentingnya reformasi program koperasi dihadapan pengurus koperasi di Kabupaten Tangerang saat upacara Hari Koperasi ke 72 di Lapangan Mulana Yudha Negara, Puspemkab Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Rabu (17/7).

KAB TANGERANG - Upaya Pemerintah menjadikan koperasi sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional ternyata masih jauh dari harapan. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menegah (Dinkop UMKM) Kabupaten Tangerang, dari 1203 koperasi, 310 koperasi diketahui bangkrut atau gulung tikar.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi pada Dinkop UMKM Kabupaten Tangerang Ratnawati mengatakan, ada 1203 koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam, pertanian, peternakan, serba-usaha, hingga koperasi pegawai.

Namun, tak semua kondisinya baik. “Berdasarkan catatan, 301 koperasi diketahui tidak aktif alias gulung tikar,” kata Ratnawati kepada wartawan usai upacara hari koperasi ke 72 di lapangan Maulana Yudha Negara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, Rabu (17/7).

Menurut Ratnawati, Pemkab Tangerang berupaya untuk meyelamatan agar koperasi itu tidak bangkut. Namun upaya tersebut gagal. Upaya kedepan, pihaknya menugaskan sejumlah personel untuk mendata ulang koperasi. Dengan begitu, kondisi koperasi terpantau. “Jika masih ada dari 310 bisa dioperasionalkan, nanti diupayakan hidupkan kembali,” tuturnya.

Ratnawati menjelaskan, matinya ratusan koperasi tersebut banyak penyebab. Di antaranya, sumber daya manusia (SDM) yang rendah, sehingga pengelolaan bisnis koperasi menjadi tidak sehat. Selain persoalan SDM, juga minimnya suntikan dana stimulan. “Kami tidak bisa memberikan bantuan dana untuk koperasi, karena anggaran minim dan terkendala mekanisme pemberian bantuan dana,” jelasnya.

Ratnawati menambahkan, Dinkop UMKM Kabupaten Tangerang siap melakukan pendampingan pada koperasi yang mengengalami kendala. Untuk itu, pihaknya berharap kepada pengurus koperasi yang ada di Kabupaten Tangerang untuk menjalin koordinasi aktif dengan Dinkop UMKM Kabupaten Tangerang. “Koordinasi antara pengurus koperasi dan Dinkop sangat dibutuhkan ketika ada kendala pengololaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta pengurus koperasi melakukan program reformasi Koperasi. Melalui reformasi dihara pkan mampu meningkatkan PDB koperasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi angka kesenjangan pendapatan masyarakat.

“Reformasi total koperasi yang sudah dijalankan dan yang akan dijalankan, pada dasarnya mendorong koperasi untuk beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis,” kata Zaki.

Selain itu, lanjut Zaki, insan koperasi disiapkan harus mempunyai kreatifitas inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya. Misalnya, dapat merangkul generasi muda atau generasi milenial yang saat ini jumlahnya telah mencapai sepertiga dari totalitas penduduk Indonesia.

“Kemenkop UKM (Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah red) dalam lima tahun ini, telah melakukan reformasi total terhadap koperasi salah satunya yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan. Untuk itu, saya minta insan koperasi di Kabupaten Tangerang untuk mengikuti program itu,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook