Peternakan Ayam di Petir Dinilai Sesuai Aturan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 18 Juli 2019 - 14:32:55 WIB   |  dibaca: 168 kali
Peternakan Ayam di Petir Dinilai Sesuai Aturan

SIDAK KANDANG AYAM: Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang M Novi Fatwarohman (pegang buku) bersama rombongan melihat dokumen perijinan kandang ayam milik PT Edian, Rabu (17/7).

SERANG – Komisi I DPRD Kabupaten Serang bersama Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan ayam di Desa Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Rabu (17/7). Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas adanya keluhan warga terkait dengan keberadaan kandang ayam tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang Zaenal Abidin mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya tidak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik peternakan ayam yang saat ini sedang melakukan konstruksi. “Kita menerima laporan dari masyarakat bahwa lokasi kandang ayam mepet dengan gedung sekolah madrasah. Awalnya memang dekat tapi sekarang sudah diubah,” kata Zaenal.

Poilitisi Hanura itu menuturkan, setalah dilakukan perubahan, saat ini jarak antara kandang ayam dengan bangunan sekolah sudah sesuai dengan peraturan Kementerian Pertanian yakni, paling dekat 25 meter. “Kalau kita lihat di siteplan PT Edian (peternakan ayam-red) akan dibuat jalur hijau antara sekolah dengan kandang ayam. Kemudian akan dipagar tinggi sehingga tidak terlihat dari luar,” ujarnya.

Ia memastikan, pemilik kandang ayam telah mengantongi ijin dari DPMPTSP baik itu ijin lokasi maupun ijin mendirikan bangunan (IMB). “Itu kan kalau kita lihat yang akan dibangun kandang modern yang pagarnya dibuat panel agar tidak bau. Saya bilang kalau bau tutup tapi itu bisa dibuktikan kalau kandang sudah beroperasi, sekarang kan baru konstruksi tapi sudah dibilang mengganggu,” tuturnya.

Selain itu, Zaenal juga menyoroti keberadaan kandang ayam tradisional yang sudah beroperasi namun tidak dipermasalahkan warga dan sekolah madrasah yang tidak memiliki IMB. “Yang namanya penegakan aturan harus balance tidak boleh sepihak. Saran saya semua harus mentaati aturan. Kalau perusahaan sudah mentaati aturan, masyarakat masih juga komplain,  masalahnya bukan dengan perusahaan tapi dengan pemda,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hanafi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan peternakan ayam seluas 2 hektar tersebut. “Di dalam siteplan yang kita lihat ada jalur hijau. Kami minta perusahaan komitmen terhadap siteplan yang sudah diijinkan dalam proses pembangunannya,” ujarnya. (tanjung)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook