Gubernur: Kota Serang Jorok

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 18 Juli 2019 - 15:01:54 WIB   |  dibaca: 176 kali
Gubernur: Kota Serang Jorok

BELUM TERSENTUH : Kondisi rumah warga di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, yang jauh dari kata ideal, belum lama ini.

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim kembali memberi sindirannya terkait kondisi Kota Serang. Menurutnya, Kota Serang belum bisa mencerminkan dirinya sebagai ibukota provinsi. Hal itu mengacu dari penanganan sampah yang dinilainya belum optimal sehingga menimbulkan kesan jorok.

Hal tersebut diungkapkan pria yang akrab disapa WH itu saat memimpin apel gabungan memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Anti Narkoba Internasional dan Hari Kesadaran Nasional tingkat Provinsi Banten di Lapangan Setda, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (17/7).

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Ri itu menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan di Kota Serang. Hal yang paling disorotinya adalah persoalan kebersihan berupa pengelolaan persampahan. “Sepanjang jalan perkotaan yang seharusnya ramah dan nyaman, namun justru terlihat jorok,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Banten Raya, WH kerap menyoroti kondisi Kota Serang. Seperti misalnya saat memimpin rapat persiapan arus mudik 2017 lalu. Saat itu dia menyentil soal kebaradaan pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di sejumlah titik di Kota Serang. Dia juga mengkritisi kenyamanan dan kebersihan sejumlah ruas jalan di Kota Serang yang sangat tidak mencerminkan sebuah ibukota provinsi.

Selanjutnya WH pernah menyoroti kondisi di akses masuk Tol Serang Timur yang semrawut. Saat melakukan peninjauan pada Oktober 2018, dia meminta Pemkot Serang maupun PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku pengelola tol melakukan penataan.

Terkait pengelolaan sampah mantan Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang itu meminta, agar pihak terkait bisa menindaklanjutinya. Selain pemerintah daerah, perlu juga ada kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungannya. Menjaga dari pencemaran sampah yang tak terkelola dengan baik.  

"Sampah plastik jangan dibuang sembarangan. Tanpa sadar, banyak puntung rokok, pegawai merokok di sembarang tempat nanti catat dan laporkan ke saya, khususnya ibu-ibu nih. Dosa itu bapak-bapak kalau ada yang hamil ngerokok bukan ditempat yang sudah disiapkan, maka itu dosa besar," paparnya.

Menurutnya, Provinsi Banten yang letaknya berdekatan dengan ibukota negara dan memiliki perkotaan yang padat penduduk dan industri. Dengan demikian, beban sampah sangat besar dan membutuhkan biaya pengelolaan cukup banyak.“Pemerintah daerah bahkan harus menyediakan ratusan miliar untuk mengelola sampah dalam setahun,” katanya.

Selain sampah rumah tangga, WH juga memberikan perhatian khusus pada kondisi hutan yang ada di Banten. Menurutnya, kini sudah banyak hutan yang gundul akibat penebangan liar.
"Gunung Karang di atas sana pohonnya ditebang, dijual dan dibawa.

Sehingga Gunung Karang longsor sampai ke jalan. Tanpa ada yang berani menegakkan padahal ada polisi hutan, ada Dinas Lingkungan Hidup, ada peraturan pemerintah, tapi tidak mampu mencegahnya. Maka Allah akan membalasnya," tegasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Muhtarom mengatakan, pada 2020 pemprov akan mulai melakukan pembenahan pada daerah yang rawan kemacetan dengan pelebaran jalan. Pembenahan itu akan disebagian besar akan dilakukan di  wilayah kerja pembangunan (WKP) I yaitu Tangerang Raya. Selain daerah itu, Kota Serang sebagai Ibukota Banten pun tetap mendapat perhatian.

“Nanti akan dilihat, apakah di jalan yang menjadi kewenangan pemprov itu, jalannya harus dilebarkan atau seperti apa. Untuk mengatasi banjir juga akan dibuat pedestrian jalan dan perbaikan drainase,” katanya.(dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook