SP3T Persempit Pergerakan Ijon

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 19 Juli 2019 - 11:32:24 WIB   |  dibaca: 264 kali
SP3T Persempit Pergerakan Ijon

MESIN BARU: Bupati Irna Narulita saat meninjau sistem pertanian padi terpadu di Desa Umbulan, Pandeglang, Kamis (18/7). Selain itu, Irna juga menghadiri panen raya di Desa Sukaseneng.

PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita mengaku senang dengan adanya sistem pengelolaan pertanian padi terpadu (SP3T) yang diterapkan di Pandeglang.  SP3T dinilai bisa mempersempit pergerakan ijon yang marak di Pandeglang."Sistem SP3T merupakan pengelolaan pertanian dari hulu ke hilir sehingga kami ingin tidak ada lagi padi asal Pandeglang yang dibawa ke luar daerah karena semuanya sudah bisa dikerjakan oleh petani," kata Bupati Irna saat meninjau SP3T di Desa Umbulan dan panen raya di Desa Sukaseneng, Kamis (18/7).

Irna berharap pengelolaan SP3T maksimal karena bisa menjadi harapan bagi petani. Irna juga menginginkan pihak perbankan harus ikut dalam permodalan dan BUMD serta BUMDes juga ikut berpartisipasi. “Jadi gabah dari petani yang ada di sini bisa dibeli dan diolah hingga pengemasannya di sini," terangnya.

Masih kata Bupati Irna, dengan adanya bantuan alsintan dan SP3T akan mempermudah petani serta memungkinkan penghasilan yang diperoleh petani bertambah. "Saat ini memang (penghasilan petani-red) tidak sesuai dengan lelah yang didapat, hasilnya tidak menambah penghasilan mereka. Sekarang sudah bertransformasi, kalau dulu hanya hulu saja sehingga datanglah tengkulak," paparnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Nasir mengatakan bantuan program SP3T merupakan hibah dari kementerian dan di Pandeglang dikelola oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) Jaya Mandiri Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik. "SP3T ini merupakan satu- satunya di Banten, pengelola nanti akan membeli gabah dari petani oleh sebab itu harus memiliki modal," kata Nasir.

Nasir menyatakan, SP3T ini menyediakan pengering padi yang mampu mengeringkan padi hingga kadar air 14 persen. Kemudian ada juga pengggilingan sampai pengemasan. "Kami berharap gabah yang ada di Desa Umbulan diserap semua sehingga tidak keluar Pandeglang. Dan pengelola harus membeli gabah petani sesuai harga," imbuhnya. (muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook