Tak Ada Terminal, Angkot Ngetem Sembarangan

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 19 Juli 2019 - 15:58:11 WIB   |  dibaca: 210 kali
Tak Ada Terminal, Angkot Ngetem Sembarangan

SEMRAUT : Sejumlah angkot dan bus menunggu dan menurunkan penumpang di bawah Jembatan Bitung, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (18/7).

KAB. TANGERANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui badan pengelolaan transportasi Jabotabek (BPTJ) untuk segera membangun Terminal Induk Tipe A di Kabupaten Tangerang. Tidak adanya terminal membuat sistem transportasi karut-marut dengan masih banyak angkotan kota (angkot) ngetem sembarangan.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan darat Dishub Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono mengatakan, rencana pembangunan terminal di Kabupaten Tangerang sudah dilakukan kajian oleh BPTJ. Untuk itu, pihaknya meminta BPTJ segera membangun terminal induk karena maraknya angkot ngetem sembarangan, dan pool bus yang belum tertata dengan baik. “Kita bisa lihat antara Bitung dan Balaraja betapa banyakanya angkot yang ngtem sembarangan.

Ditambah lagi, pool-pool bus itu kan menggangu. Hanya kalau Terminal Induk Tipe A itu kewenangannya bukan kabupaten, tetapi Kemenhub langsung, dalam hal ini BPTJ,” kata Rudi kepada wartawan di Kantor Dishub Kabupaten Tangerang, Kamis (18/7).

Dikatakan, ketentuan pembangunan Terminal Tipe A tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 79 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Kode Terminal Penumpang Angkutan Jalan.

Dalam aturan itu disebutkan kewenangan pembangunan Terminal Tipe A berada di Kemenhub. Padahal, bila kewenangan ada di Pemkab Tangerang, sudah dari dulu membangun terminal tipe A. “Undang-undang yang mengatur itu terus terang kita tidak berani melakukan pembangunan terminal, tetapi hanya mendorong saja atau mengusulkan,” jelasnya.

Rudi menambahkan, selama belum ada terminal induk di Kabupaten Tangerang akan membuat sistem transportasi karut-marut. Namun demikian, pihaknya terus bekerja keras agar transoprtasi di Kabupaten Tangerang tertata dengan baik. “Upaya-upaya penataan transportasi terus dilakukan. Meskipun upaya belum berhasil karena tidak didukung oleh infrastuktur terminal,” tuturnya.

Ditemui terpisah, Imam Suryana (37), warga Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis mengatakan, masih banyak angkutan umum, yang sering ngetem di pinggir jalan, padahal itu menjadi penyebab kemacetan. “Dengan banyaknya angkot yang sering ngetem sembarangan, kemacetan juga terjadi di mana-mana, kemudian bisa mengakibatkan kecelakaan, sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat,” singkatnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook