GIIAS 2019 : Selamat Datang di Era Mobil Listrik

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Jumat, 19 Juli 2019 - 16:09:42 WIB   |  dibaca: 274 kali
GIIAS 2019 : Selamat Datang di Era Mobil Listrik

BUTUH TEROBOSAN : Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto resmi membuka GIIAS 2019 di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Kamis (18/7).

TANGERANG - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, industri otomotif Indonesia semakin berkembang seiring dengan tumbuhnya sejumlah pusat ekonomi baru di Indonesia. Hal ini diungkapkanya saat membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Pagedangan, Tangerang, Banten, Rabu (18/7).

Dalam sambutannya, Kalla mengaku sudah dekat dengan industri otomotif sebelum duduk di kursi pemerintahan. Meski telah menjadi wakil presiden, ia juga terus memantau perkembangan teknologi roda empat tersebut. Menurutnya, para pelaku otomotif harus banyak melakukan terobosan.Langkah ini sebagai pembelajaran menyongsong era baru yakni mobil listrik. "Indonesia pernah punya sejarah Pada 1920 sudah ada assembling (perakitan) General Motors di Tanjung Priok," katanya.

Ia menyinggung bahwa ia akan kembali ke dunia bisnis otomotif setelah terpilih dua kali menjadi wakil presiden. "Tinggal tiga bulan lagi, saya akan meletakkan jabatan saya. Saya akan kembali ke dunia lama dan turun ke Industri," ujar JK.

Dikatakannya, pemerintah terus mendukung pengembangan industri otomotif, baik itu dalam menerbitkan regulasi maupun mendorong tumbuhnya sektor hulu seperti industri baja. "Berikutnya, dalam upaya meningkatkan ekspor, selain melalui kerja sama yang terus ditingkatkan, pembangunan infrastruktur juga penting seperti Pelabuhan Patimban yang akan menyediakan car terminal yang ukurannya cukup besar," jelasnya.

Usai memberi sambutan, JK didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi meninjau sejumlah stan produk mobil terbaru. Dari mobil tenaga BBM hingga mobil listrik keluaran terbaru.

Kementerian Perindustrian mencatat jumlah ekspor mobil produksi Indonesia ditargetkan mencapai 1 juta unit pada tahun 2025.Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, ekspor kendaraan CBU di tahun 2018 mencapai 250 ribu unit dengan pangsa pasar sekitar 80 negara di dunia termasuk lima negara tujuan utama ekspor, yaitu Filipina, Arab Saudi, Jepang, Meksiko dan Vietnam. "Produksi dan penjualan otomotif nasional yang sejak tahun 2013 mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Tentu kita ingin agar ekspor kita bisa mencapai 1 juta tahun 2025," paparnya.

Pada tahun ini, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya."Peluang ekspor mobil produksi Indonesia seiring juga adanya perjanjian perdagangan bebas dengan Australia. Pada FTA Indonesia-Australia, low hanging fruit-nya untuk TKDN kendaraan listrik itu 40 persen. Jadi, tentunya mudah dicapai," tuturnya.

Kemenperin mencatat, produksi kendaraan roda empat atau lebih pada periode Januari-Mei 2019 tercatat sebesar 522 ribu unit. Sementara itu, penjualan domestik berkisar di angka 422 ribu unit, yang berasal dari produksi lokal maupun impor, sedangkan ekspor CBU sekitar 115 ribu unit. "Jadi, industri otomotif sebagai penghasil devisa yang cukup signifikan," tambah Airlangga.

Sementara, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan, saat ini industri otomotif di Indonesia sudah mandiri dalam memenuhi kebutuhan domestik. "Ekspor mobil utuh atau CBU sepanjang 2018 tumbuh 14,4 persen atau mencapai 264.500 unit. Pencapaian tersebut adalah yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Kendaraan-kendaraan dari produksi Indonesia itu telah diekspor ke-80 negara yang mencakup ASEAN, Asia, Afrika, negara-negara Amerika bahkan Jepang. "Pada tahun ini, Gaikindo akan mengupayakan angka ekspor dapat mencapai 300 ribu unit," paparnya.

Data Bank Indonesia menyebut di tahun 2017 nilai ekspor otomotif menduduki posisi kedelapan komoditas ekspor unggulan nonmigas Indonesia dengan mencapai nilai USD7,1 miliar. GIIAS adalah sebuah ajang otomotif berskala internasional dibawah naungan Organisation Internationale des Constructeurs d'Automobiles (OICA). Gelaran ini setara dengan Tokyo Motor Show, Paris Motor Show, Frankfurt Auto Show, maupun Geneve Motor Show.

Gelaran ini diselenggarakan di empat kota, yaitu Surabaya (29 Maret-7 April), Tangerang(18-28 Juli), Makassar (4-8 September), dan Medan (23-27 Oktober). Tahun ini mereka mengangkat tema Future in Motion yang diartikan sebagai sebuah gerakan gelombang pengaruh teknologi, kendaraan listrik, otonom, dan digital. Semangat ini hadir lewat berbagai teknologi kendaraan listrik terbaru.

Selain itu, GIIAS menjadi ajang yang paling tepat bagi agen pemegang merek dari industri otomotif di Indonesia untuk meluncurkan dan memperkenalkan kendaraan serta teknologi terkininya. Lebih dari 40 mobil konsep untuk diperkenalkan kepada pengunjung. (fin/tgr)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook