Hadapi Kemarau, KTI Siapkan Air 5 Juta Kubik

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 20 Juli 2019 - 09:13:24 WIB   |  dibaca: 146 kali
Hadapi Kemarau, KTI Siapkan Air 5 Juta Kubik

HADAPI KEMARAU: Debit air di Waduk Krenceng di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, masih penuh dengan kapasitas maksimal waduk 5 juta kubik, Jumat (19/7).

CILEGON - Musim kemarau saat ini sudah mulai melanda Kota Cilegon. Bahkan, diprediksi akan berlangsung hingga Oktober 2019. Sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau, PT Krakatau Tirta Industri (KTI) saat ini sudah menyiapkan 5 juta kubik air di waduk Krenceng, Kota Cilegon, untuk kebutuhan air bersih masyarakat Kota Cilegon.

Kepala Divisi Koordinator Pengendalian Bisnis dan Operasi PT KTI, Dendi Hermawan mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau.

Pada 2019 ini, musim kemarau memang datangnya lebih awal. Sebab, jika tahun sebelumnya pada Juli masih ada hujan tetapi saat ini Juli sudah mulai kering. “Tetapi, prediksinya musim kemarau tidak terlalu panjang. Prediksinya dari hasil laporan BMKG, puncak kemarau pada Agustus dan September dan Oktober sudah mulai turun hujan,” kata Dendi ditemui awak media di Kantor PT KTI, Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (19/7).

Dikatakan Dendi, guna mengantisipasi puncak musim kemarau, pihaknya saat ini menyiagakan 5 juta kubik air di Waduk Krenceng. Saat ini debit air di Waduk Krenceng masih penuh. “Kebutuhan KTI untuk menyuplai air ke pelanggan itu 1.700 liter per detik. Sementara air dari Cidanau saja masih 1.800 sampai 2.000 liter per detik.

Sementara, batas terendah yang diprediksi sampai 1.400 liter per detik air Cidanau, kekurangan sekitar 300 liter per detik bisa diambil dari Waduk Krenceng, makanya kita siapkan air 5 juta kubik air,” ungkapnya.Kata Dendi, Ia berharap produksi air baku dari Sungai Cidanau bisa di atas 1.700 liter per detik.

Agar, pelayanan KTI tidak menggunakan air yang ada di Waduk Krenceng. Dari 1.700 liter per detik tersebut, konsumsi terbesar untuk industri PT Krakatau Steel Group. Sementara, untuk konsumsi masyarakat yang disalurkan melalui mitra PT KTI yaitu Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-CM) masih di bawah 50 persen produk PT KTI atau hanya sekitar 235 liter per detik saja,” ungkapnya.

Air sebanyak 5 juta kubik di Waduk Krenceng, kata Dendi, bisa untuk menyuplai kebutuhan air sebanyk 425 liter per detik selama tiga bulan tanpa henti. Namun, Ia berharap produksi air dari Cidanau tetap diatas kebutuhan PT KTI yaitu 1.700 liter per detik. “Kami itu sudah melakukan program jangka penjang sejak 1998, yaitu penanaman pohon di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) Cidanau, dan kami memberi insentif Rp 1 juta per tahun kepada warga pemilik tanah di sekitar DAS Cidanau yang masih mempertahankan pohon-pohon besar,” paparnya.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang, Tarjono membenarkan jika saat ini wilayah Banten termasuk Cilegon sudah memasuki musim kemarau. “Sesuai prediksi BMKG, puncak kemarau 2019 terjadi pada bulan Agustus. Meski saat ini sudah kemarau, bukan berarti tidak ada hujan sama sekali tetapi bisa saja ada hujan ringan,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook