Kapolda Bina 60 Polisi Bermasalah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 20 Juli 2019 - 10:52:50 WIB   |  dibaca: 164 kali
Kapolda Bina 60 Polisi Bermasalah

PEMBINAAN: Puluhan anggota Polda Banten mengikuti pembinaan di aula Rupatama Mapolda Banten, Jumat (19/7).

SERANG- Sebanyak 60 polisi dari berbagai macam pangkat dan satuan mengikuti bimbingan di Mapolda Banten, Jumat (19/7) siang. Sebelumnya mereka menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Banten mulai 14 hingga 18 Juli 2019. Ke-60 anggota Polda Banten tersebut dibina karena terbukti telah melakukan pelanggaran atau bermasalah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Banten, ke-60 polisi tersebut berasal dari Polres Tangerang 15 anggota, Polres Serang Kota 4 orang, Polres Serang 3 anggota, Polres Pandeglang 6 anggota, Polres Cilegon 14 anggota, Polres Lebak 7 anggota, dan Polda Banten 11 anggota.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir mengatakan, puluhan anggota Polda Banten dan Polres Jajaran yang dikumpulkan merupakan anggota yang pernah terlibat pelanggaran, seperti disiplin maupun kasus narkoba. Polisi bermasalah itu selanjutnya akan mendapatkan bimbingan dan pembinaan.

"Kita melakukan pembinaan fungsi kepolisian yang kita berikan kepada anggota yang selama ini kinerjanya tidak baik, atau tercatat melakukan pelanggaran," kata Kapolda usai memberikan pembinaan di aula Rupatama Polda Banten.

Tomsi menjelaskan, anggotanya yang dikumpulkan sudah menjalani hukuman, baik kode etik maupun hukuman disiplin."Namun demikian khusus mereka yang pernah melakukan pelanggaran atau dihukum kita datangkan semua, kita lakukan pembinaan funsi kepolisiannya. Harapannya mereka bisa lebih baik, kemudian lebih semangat dan dapat menjalankan profesi kepolisian serta melayani serta melindungi masyarakat," jelasnya.

Tomsi menambahkan, apabila mengacu pada aturan, anggota kepolisian yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi, seperti penempatan di tempat khusus atau sel, mutasi, demosi, mutasi antar daerah di tempat-tempat tertentu dan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)."Bagi yang tercatat pelanggaran dilakukan pengawasan khusus dari Propam dan waktu-waktu tertentu akan dicek kembali, apakah kembali melakukan atau tidak. Supaya tidak melakukan pelanggaran lagi," tambahnya.

Tomsi menegaskan, dalam pembinaan itu ada beberapa hal yang disampaikan kepada anggota yang bermasalah tersebut, seperti fungsi teknis kepolisian, pembinaan agama, dan rohani."Kemudian juga pembinaan fisik, sehingga mereka bisa mengingat kembali jati dirinya sebagai polisi," tegasnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook