Rumah Mulai Dibangun, Sementara Tinggal di Rumah Orangtua

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Sabtu, 20 Juli 2019 - 12:04:19 WIB   |  dibaca: 270 kali
Rumah Mulai Dibangun, Sementara Tinggal di Rumah Orangtua

TAK DISANGKA : Nining menangis dipelukkan Bupati Irna saat orang nomor satu di Pandeglang itu mengunjungi tempat tinggalnya. Rumah Nining dalam pembangunan (foto kanan).

PANDEGLANG - Mata Nining Suryani (44), guru honorer di SDN Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang berkaca-kaca terharu setelah rumah miliknya mulai dibangun secara swadaya bantuan dari pemerintah daerah hingga pihak swasta.

Jumat (19/7), sekitar pukul 14.00 siang, Nining sibuk membereskan barang dagangannya di tempat ia mengajar di SDN Karyabuana 3. Seperti ini lah aktivitas keseharian Nining usai mengajar. Nining yang dulunya tinggal bersama suaminya, yakni Ebi Suhaebi (46) dan kedua anaknya di samping toilet sekolah tempat ia bekerja sebagai guru honorer, kini sudah pindah dan menetap di rumah orangtuanya, Suryani tidak jauh dari sekolah.

Rumah Nining yang ambruk sudah mulai dibangun secara swadaya, bantuan dari pemerintah daerah hingga pihak swasta. Setelah beres mengajar, Nining harus pulang ke rumah orangtuanya membantu menyiapkan makanan untuk para pekerja dan masyarakat yang gotong royong membangunkan rumah miliknya. "Semenjak rumah saya dibangun, untuk sementara sekarang tinggal di rumah ibu," kata ibu dua anak ini ditemui di rumahnya, kemarin.

Nining mengaku terkejut setelah dikunjungi Bupati Pandeglang Irna Narulita Kamis (18/7) kemarin. Ia tidak menyangka bisa dikunjungi oleh orang nomor satu di Pandeglang. Bahkan, dalam kunjungannya Irna memberikan bantuan dana untuk pembangunan rumahnya."Iya pak, senang, terharu sekali. Saya gak nyangka ibu bupati sampai datang ke sini. Saya merasa terbantu sampai nangis dikunjungi ibu bupati," ujarnya.

Perempuan yang sudah mengabdi menjadi guru SDN Karyabuana 3 sekitar 15 tahun dengan penghasilan Rp350 ribu perbulan ini mengaku, berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membangunkan rumahnya. Di mana rumah miliknya rusak sejak dua tahun lalu karena diterjang angin kencang. "Rumah saya dulu kena angin puting beliung. Mau diperbaiki gak ada biaya," katanya.

Menurutnya, rumah yang sempat ia tempati di samping toilet sekolah. "Di situ (sekolah-red) kan ada WC yang sebelahnya ada ruangan gak kepakai, makanya saya minta izin sama kepala sekolah untuk menetap di situ. Itu juga kayunya dari sekolah suami yang buat," terangnya.

Ebi Suhaebi (46) suami Nining mengatakan, rumah sedang dalam proses pembangunan. "Iya sekarang lagi dibangun. Pengerjaannya sudah tiga hari. Itu dananya bantuan dari dinas pendidikan, kecamatan dan ibu bupati. Kami yang bangun, kalau bahan bangunannya seperti semen pasir itu langsung dikasih sama kecamatan," tuturnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pembangunan rumah Nining berasal dari iuran secara pribadi, baik iuran sukarela dari pegawai pemerintah daerah, dinas pendidikan dan kecamatan. "Ada juga bantuan dari pihak-pihak lain yang langsung dipergunakan untuk membangun rumah lama ibu Nining yang sempat hancur karena puting beliung," ungkapnya.

Menurutnya, dihari ketiga pengumpulan dana untuk pembangunan rumah Nining, langsung dilakukan tahapan pembangunan dengan menyediakan material bangunan dan pengerjaan pondasi rumah. "Saya sudah mendatangi lokasi pembangunan rumah ibu Nining memastikan pengerjaannya berjalan lancar," terangnya.

Irna menjelaskan, pada saat berkunjung pihaknya disambut tangis haru oleh Nining dan suami yang juga petugas kebersihan di sekolah tersebut. "Beliau berterima kasih adanya perhatian pemerintah daerah yang sedang membangun rumah tetap untuk ibu Nining," jelasnya.

Menurutnya, dalam kesempatan ini pihaknya ingin mengklarifikasi berita yang sempat simpang siur karena sebenarnya Nining bukanlah tinggal di dalam WC, namun di samping bangunan WC sekolah yang disekat dengan tembok pembatas, diselasarkan sekaligus sambil berjualan jajanan dan gorengan untuk siswa dan siswi di SDN Karyabuana 3.

"Adanya ibu Nining tinggal sementara di sana pun atas kebijaksanaan dari kepala sekolah, karena ibu Nining dengan penghasilan yang pas-pasan belum dapat membangun rumahnya kambali," paparnya.

Untuk sementara, kata Irna, pihaknya tidak lagi memperbolehkan Nining untuk tinggal di sekolah. "Sekarang ibu Nining sudah tinggal sementara di rumah orangtuanya sambil menunggu rumahnya selesai dibangun. Untuk usaha warungnya untuk berjualan diizinkan dapat diteruskan di lingkungan sekolah," tambahnya. (YANADI)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook