Diharapkan Pelatih Bisa Menangani Cedera Atletnya

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Senin, 22 Juli 2019 - 11:26:40 WIB   |  dibaca: 159 kali
Diharapkan Pelatih Bisa Menangani Cedera Atletnya

PRAKTEK : Tommy Fondy (duduk kanan) saat mempraktekan penanganan cedera saat acara seminar pemijatan untuk menangani cedera yang digelar KONI Banten, akhir pekan ini.

SERANG – KONI Banten menggelar pelatihan pemijatan untuk menangani cedera atlet di Hotel Le Dian, Kota Serang, akhir pekan ini. Tujuan acara ini dilaksanakan agar pelatih bisa menangani cedera atlet saat mereka bertanding. Dengan penanganan cedera awal ini diharapkan cedera yang diderita atlet tidak menjadi cedera parah.

Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo didampingi Kabid Pendidikan dan Penataran Agus Rasyid mengatakan, pada saat PON Papua tahun depan, venue dan tenaga medis yang ada jauh dan terbatas.

Diharapkan jika pelatih mengetahui cara penanganan cedera awal maka jika atletnya mengalami cedera saat bertanding diharapkan bisa melakukan pertolongan pertama agar cedera tidak semakin parah. “Untuk PON kami menerjunkan pemijat seperti di Jawa Barat, PON Riau dan lainnya. Khusus untuk di Papua kami menggelar kegiatan ini lantaran untuk antisipasi khawatir ketersediaan pemijat terbatas dan akses untuk media terbatas,” ujarnya.

Ia menambahkan venue untuk PON Papua jauh dan berbeda dangen PON sebelumnya, diharapkan jika pelatih mengetahui penanganan cedera ini maka atletnya bisa cepat pulih. “Untuk venue lumayan jauh jadi perlu antisipasi sedini mungkin dari kami sebelum terjun ke PON Papua nantinya.

Kami sendiri tetap akan menyediakan tenaga medis dan pijat bagi kontingen Banten yang bertanding. Namun cedera pemain yang didapat bisa terjadi sewaktu-waktu. Maka dari itu perlu dipersiapkan langkah awal untuk penanganan cedera,” imbuh dia.

Sementara itu nara sumber Tommy Fondy menuturkan, jika pelatih bisa menangani cedera awal maka diharapkan atlet cederanya tidak semakin parah. “Ada teknik yang wajib diketahui pelatih misalnya kalau bengkak maka dikompres es. Untuk kompres es juga harus diremukan agar merata tidak boleh dalam bentuk utuh dan lainnya. Ini pelatihan dasar dan diharapkan pelatih mengetahui teknik dasar sebagai pengetahuan dan dapat dipraktekan jika atletnya cedera,” jelasnya.

Sementara itu pelatih wushu Banten Iva Ainul mengatakan pelatihan ini berguna untuknya sebab atletnya tentunya rawan cedera seperti bengkak, keseleo, atau lainnya saat bertanding. “Dengan mengikuti pelatihan ini saya nantinya bisa belajar untuk menangani cedera ringan yang dialami atlet saat bertanding,” tutup dia. (hendra)         

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook