Peserta KKN STIE Prima Graha & STKIP Pelita Pratama Serang Dilepas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 22 Juli 2019 - 11:41:33 WIB   |  dibaca: 69 kali
 Peserta KKN STIE Prima Graha & STKIP Pelita Pratama Serang Dilepas

PELEPASAN: Mahasiswa dan dosen STKIP Pelita Pratama dan STIE Prima Graha Serang foto bersama usai acara seremonial pelepasan peserta KKN di Pendopo Bupati Serang, Sabtu (20/7).

SERANG-  Sebanyak 293 mahasiswa STKIP Pelita Pratama dan STIE Prima Graha Serang secara resmi dilepas oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Serang Ida Nuraida yang hadir mewakili Bupati Serang. Pelepasan dilakukan di Pendopo Kantor Bupati Serang, Sabtu (20/7).

Dalam sambutannya Ida berpesan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan selama KKN untuk berinteraksi dan bergotong royong dengan masyarakat dalam merumuskan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui kegiatan-kegiatan ekonomi produktif. Sebab persoalan IPM sejatinya bersumber dari rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa.

“Oleh karenanya momentum KKN harus bisa dijadikan sebagai sarana untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, yang pada akhirnya akan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Serang,” ujar Ida.

Sastra Wijaya, perwakilan Ketua Panitia Pelaksana KKN gabungan antata STIE Prima Graha dan STKIP Pelita Pratama, dalam laporannya menyampaikan bahwa mahasiswa yang ikut KKN ini akan diterjunkan di enam kecamatan di Kabupaten Serang, yaitu Kecamatan Ciomas, Cikeusal, Baros, Kramatwatu, Waringinkurung, dan Kecamatan Kibin. Mereka akan bersama masyarakat selama satu bulan pada 20 Juli sampai 20 Agustus 2019.
 
Menurut Sastra, KKN kali ini momentumnya bertepatan dengan proses pemilihan kepala desa serentak yang akan digelar di wilayah Kabupaten Serang. Oleh karena itu ia berharap mahasiswa tidak terjebak dalam kegiatan politik praktis selama melaksanakan kegiatan KKN.

"Kami berharap mahasiswa tidak menjadi provokator atau terprovokasi oleh keadaan yang akan dihadapi di wilayah kegiatan KKN nanti. Jaga diri dan jaga almamater. Fokus dengan program-program yang akan dilaksanakan," ungkapnya.

Ketua STKIP Pelita Pratama Puput Puspitorini berharap mahasiswa yang menjalani KKN bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Mahasiswa harus pandai membawa diri dan menjaga nama baik kampus. Tugas berat mahasiswa adalah menjauhkan diri dari egoisme pribadi. "Jangan sampai mahasiswa memiliki sikap egois dalam melaksanakan program KKN, karena egoisme bisa merusak kekompakan kelompok yang pada akhirnya akan mengganggu program kerja yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Pembina STKIP Pelita Pratama dan STIE Prima Graha Wahid Sumarjo mengatakan mahasiswa harus menjadi penggerak masyarakat di desa untuk melakukan proses-proses pembangunan yang akan dijalankan. Mahasiswa harus mampu memahami karakter masyarakat yang dihadapi secara bijak, jangan terbawa arus melakukan kegiatan-kegiatan yang kontra produktif dengan tujuan KKN.

Wahid juga meminta doa dan dukungan dari mahasiswa dan sivitas akademika karena sebentar lagi STIE Prima Graha dan STKIP Pelita Pratama yang berada dalam naungan Yayasan Insan Pelita Pratama Indonesia akan berubah bentuk menjadi Universitas Primagraha.

Pelepasan KKN secara simbolis ditandai dengan pemakain atribut KKN kepada peserta dan dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Staf Ahli Bupati Serang, dilanjutkan dengan foto bersama dengan para peserta KKN. (*/tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook