3 Pasangan Mesum Kepergok Polisi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 22 Juli 2019 - 11:44:04 WIB   |  dibaca: 177 kali
3 Pasangan Mesum Kepergok Polisi

PASANGAN BUKAN SUAMI ISTRI: Polisi memeriksa identitas pasangan bukan suami istri yang kepergok tengah berduaan dalam hotel di Kota Serang, Minggu (21/7) dini hari.

SERANG- Polres Serang Kota kembali menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) ke sejumlah tempat hiburan, wisma, dan hotel di Kota Serang, Minggu (21/7) dini hari. Dalam operasi tersebut, tiga pasangan mesum diamankan dari salah satu hotel di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Cimuncang, Kota Serang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum melaksanakan Cipta Kondisi di sejumlah wilayah di Kota Serang, tim Patroli Polres Serang Kota melaksanakan giat pengamanan Istigosah Kubro dan Tabligh Akbar dalam rangka Haul Sultan Banten II ke-439 di Kasunyatan, Kecamatan Kasemen.

Pengamanan juga dilakukan di tempat ibadah umat Budha yang tengah merayakan penyempurnaan Dewi Kwan Iem di Klenteng Avolakitesvara, Banten Lama, Kecamatan Kasemen. Setelah itu, tim patroli bergerak ke melaksanakan razia pekat.

Kaur Bin Ops Reserse Kriminal Inspektur polisi satu Makhrus Ngubaidah mengatakan, setelah pengamanan tempat ibadah, pihaknya bergerak ke sejumlah tempat, salah satu sasarannya yaitu hotel-hotel di pusat Kota Serang. "Pada hari ini (Minggu dini hari), kami berhasil mengamankan tiga pasangan bukan suami istri yang sedang asik memadu kasih di hotel Royal," katanya kepada Banten Raya.

Makhrus mengungkapkan, ketiga bukan pasangan suami istri itu selanjutnya dibawa ke Mapolres Serang Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan, agar tidak mengulangi perbuatannya kembali. "Mereka ini tidak sadar-sadar (jera), maka kita adakan tiap malam razia," ungkapnya.

Makrus menegaskan, kegiatan cipta kondisi di Kota Serang akan terus dilakukan oleh pihak kepolisian, hal itu guna mengantisipasi terjadinya tindak pidana kriminal, sehingga masyarakat bisa aman dan tenang."Kegiatan ini kita lakukan tiap malam, kos-kosan, hotel, toko jamu kita pantau dan kita datangi terus-menerus, agar mereka sadar bahwa mereka itu bagian dari penyakit masyarakat (pekat)," ungkapnya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook