Tahun Ini, 360 ASN Pensiun

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 22 Juli 2019 - 11:51:50 WIB   |  dibaca: 127 kali
Tahun Ini, 360 ASN Pensiun

ABSEN : Sejumlah ASN di Pemkab Tangerang sidik jari usai melaksanakan apel pagi di Puspemkab, Senin (15/7).

KAB. TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bakal kekurangan aparatur sipil negara (ASN). Pasalnya, berdasarkan data Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang mencatat pada tahun 2019 ini ada 360 ASN yang purna tugas atau pensiun.

Kepala BKPSDMA Kabupaten Tangeran Achmad Surya Wijaya mengatakan,  jumlah ASN yang akan pensiun pada 2019 sejumlah 360 orang. Mereka terdiri tersebar di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berdasarkan data, Dinas Pendidikan (Dindik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) mendominasi.

Namun untuk detailnya mesti dicek dulu. “Jumlah pasti ASN di Dindik dan Dinkes saya lupa. Datanya ada di kantor. Tapi yang pasti paling banyak di Dindik dan Dinkes,” kata Achmad kepada wartawan melalui telepon, Minggu (21/7).

Achmad menjelaskan, untuk menutupi kekurangan ASN di lingkungan Pemkab Tangerang, pihaknya sudah mengusulkan sebanyak 500 pegawai melalui jalur penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Namun demikian, usulan tersebut belum tentu dipenuhi pemerintah pusat karena pengangkatan itu harus sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. “Kami mengusulkan sebanyak 500 itu agar pemerintah pusat menyetujui tidak dibawah 300 pegawai,” jelasanya.

Sekretais Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesal Rasyid mengatakan, ratusan ASN yang pensiun bukan hanya di Kabupaten Tangerang. Namun di seluruh daerah se-Indonesia. Apalagi yang mendominasi adalah tenaga pendidik alias guru. “Karena dulu pengangkatannya Inpres makanya dalam satu tahun mencapai ratusan yang pensiun,” kata pria yang akarab dipanggil Rudi Maesal ini.

Menurut Rudi, kehadiran Pegawai P3K yang dibuat atas kebijakan Pemerintah Pusat merupakan langkah antisipasi kekurangan pegawai ke depan. Karenanya, dia telah menugaskan BKPSDA Kabupaten Tangerang untuk mengusulkan pegawai P3K. “Mudah-mudahan besok lusa ada informasi, karena P3K ini bisa mengisi ASN yang pensiun,” tuturnya.

Sementara itu, Aktivis Pendidikan Kabupaten Tangerang, Muhammad Ade Setiawan mengatakan, banyaknya tenaga pendidik yang pensiun di tahun 2019 ini merupakan warning bagi negara, khususnya di bidang pendidikan. Sebab untuk skala nasional terdapat lebih dari 200 ribu guru yang akan pensiun karena telah memasuki usia 60 tahun di tahun 2019.

Meski target pemerintah mengangkat sekitar 100 ribu guru sedangkan kebutuhannya 200 ribu maka lama kelamaan negara akan kekurangan tenaga guru. “Ketika keadaan darurat seperti itu, mau apa? Belum lagi guru honorer kita ada 1,4 juta orang, jadi sebetulnya situasi seperti itu bahaya bagi negara, bangsa dan pendidikan,” katanya

Menurutnya, Pemerintah tidak bisa menyamakan kebijakan pengangkatan guru dengan ASN lainnya. Sebab guru merupakan tenaga profesional yang diperlukan masyarakat. Satu guru yang pensiun bahkan tidak bisa digantikan oleh guru muda yang baru diangkat. Dalam hal ini terkait kualitasnya dan pengalamannya. “Ke depan kebijakan tentang guru sebagai tenaga profesi harus beda dengan kebijakan tentang ASN lainnya,” pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook