Pengelola Hotel Minta Dukungan Pemerintah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 22 Juli 2019 - 12:15:59 WIB   |  dibaca: 195 kali
Pengelola Hotel Minta Dukungan Pemerintah

BELUM STABIL : Wisatawan menikmati suasana di Marbella Hotel Convention & Spa Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Sabtu (20/7) petang.

SERANG – Pengelola hotel di Kawasan Wisata Pantai Anyer meminta dukungan pemerintah agar lebih aktif mempromosikan potensi wisata di pesisir Barat Banten. Sebab, hingga saat ini pariwisata di sana belum sepenuhnya kembali normal pasca bencana tsunami yang menerjang pada Desember 2018 lalu.

General Manajer Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer Ririt Wiryanto mengatakan, meski bencana tsunami sudah terjadi sekitar enam bulan lalu namun dampak yang ditimbulkan masih sangat terasa. Tingkat hunian hotel masih terpuruk.

“Biasanya kalau tahun baru bisa (tingkat hunian hotel) 100 persen. Kalau sekarang 20 persen di weekend, kemarin liburan sekolah agak lumayan di atas 50 persen tapi setelah itu kembali lagi ke 20 persen. Tsunami dampaknya ke pantai seluruh Indonesia,” ujarnya saat menggelar sharing session bersama Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten di Marbella Hotel, Convention & Spa Anyer, Minggu (21/7).

Ia menuturkan, kondisi tersebut jelas tidak baik bagi keuangan hotel dan juga masa depan karyawan. Perlu ada upaya agar situasi itu berubah dengan cara membuat wisatawan agar kembali tertarik ke Anyer. Salah satu caranya adalah dengan membuat rangkaian atau kalender festival yang dibantu oleh pasukan promosi untuk disebar di dunia maya.

Pemerintah dinilainya harus menjadi ujung tombak upaya tersebut karena memiliki segala sumber daya termasuk anggaran. “Promosi dari pemerintah belum nendang, belum dirasakan, mungkin cyber Banten juga harus diperkuat. Memang harus banyak atraksi (budaya) secara terus menerus seperti daerah lain. Dukungan yang punya modal anggarannya harus disisihkan, anggaran harus ada khusus pariwisata,” katanya.

Pembuatan kalender festival dia nilai bisa efektif mengembalikan daya tarik Pantai Anyer. Hal itu sudah terbukti di sejumlah daerah lain seperti Belitung yang kini dikenal luas berkat dorongan kalender atraksi budaya dan serangan promosi di dunia maya.

“Kita paling mengadakan atraksi tapi itu juga kan butuh modal. Kami harus menggalang dana lagi, dana lagi. Yogyakarta setiap minggu ada festival, festival getuk dan lainnya walau Gunung Merapi setiap hari meletus. Kita di sini enggak segencar itu, harus ada kolaborasi dari pemerintah,” ungkapnya.

Ririt juga menyayangkan, meski kondisi pariwisaya Anyer masih terpuruk namun kebijakan larangan rapat di hotel belum juga dicabut. Padahal, itu bisa menjadi pemasukan berarti bagi hotel selain kunjungan wisatawan di akhir pekan.“Mendorong untuk mengadakan meeting. Pembuat keputusannya itu harus menekan bukan mengimbau. Menginstruksikan meeting di Anyer,” tuturnya.

Jika upaya-upaya itu tak dilakukan dia khawatir kondisi hotel-hotel di Anyer semakin terpuruk. Ririt tak ingin kembali merumahkan karyawannya, seperti yang dilakukan pasca tsunami. Saat itu manajemen terpaksa merumahkan 100 dari 150 karyawan yang dimilikinya untuk menutupi biaya operasional.

“Dirumahkan selama lima bulan tapi sudah masuk lagi semua sekarang. Untuk menarik wisatawan, kami promo jualan Rp250.000 per kamar dari harga Rp1,3 juta sampai saya berhentikan di April. Sekarang masih diskon di 65 persen,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, kabupaten/kota di Banten menyimpan banyak kearifan lokal yang bisa ditingkatkan menjadi potensi wisata. Potensi itu yang kini sedang dioptimalkan pemprov bersama pemerintah kabupaten/kota melalui desa dan kampung wisata.

“Sekarang ini Banten sedang melakukan penataan untuk desa dan kampung yang memiliki potensi untuk menjadi desa dan kampung wisata. Promosinya harus fokus. Fokus kepada segmentasi promosi yang dibidik. Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) harus punya kemampuan promosi harian. Apa yang menarik dari kegiatan yang ada di destinasinya. Misalnya, peristiwa budaya bisa didorong jadi sebuah atraksi,” tuturnya. (dewa) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook